Hits: 6

Tugas KMO Basic Batch 48
(Tanggapan, Kesan atau Inspirasi dari Video Pak Cah)

Materi 3 Sosialisasi Tulisan

Bagian dari keseluruhan proses menjadi seorang penulis adalah pekerjaan menulis, pekerjaan mengedit, dan pekerjaan mensosialisasikan tulisan kita. Tiga pekerjaan ini masing-masing merupakan pekerjaan yang berbeda. Masing-masing bisa dilakukan oleh orang yang sama maupun oleh orang yang berbeda: Menulis, mengedit dan mensosialisasikan

Tulisan perlu dipublikasikan atau disosialisasikan agar bisa memberi manfaat bagi lebih banyak orang. Tidak semua tulisan harus dipublikasikan. Jika ada tulisan yang hanya untuk menyehatkan diri sendiri atau untuk keperluan dokumentasi bagi diri sendiri, tulisan seperti itu tidak perlu dipublikasikan.

Mensosialisasikan tulisan berguna untuk bisa mendapatkan manfaat lebih besar. Ia bisa memberi manfaat bagi orang lain. Disamping itu, dengan mempublikasikan tulisan kita, akan bisa mendorong dan menyemangati diri sendiri untuk bisa menulis hal-hal lain selanjutnya.

Publikasi itu bisa dilakukan dengan memiliki web/blog sendiri. Dengan memiliki web sendiri akan menantang diri sendiri untuk terus mengisi website pribadi kita tersebut.

Nilai kepuasan juga bisa kita dapatkan dari kegiatan mensosialisasikan tulisan kita. Sosialisasi bisa dilakukan dengan mempublikasikan tulisan kita tersebut pada sebuah buku ataupun website.

Saya pribadi menggunakan sarana website pribadi untuk mendokumentasikan tulisan-tulisan yang saya buat. Bagi saya sendiri, mengumpulkan tulisan di website sangat berguna untuk memanggil ulang tulisan-tulisan tersebut saat membutuhkannya. Sangat sering terman bertanya tentang sesuatu. Maka, saya tinggal mengirimi link dari tulisan dari website pribadi saya.

Publikasi karya tulis saat ini sudah sangat dimudahkan bila dibandingkan dengan jaman sebelumnya. Begitu banyaknya sarana untuk mempublikasikan tulisan kita.

Bayangkan, di waktu lampau, kalau ingin mempublikasikan tulisan kita harus dilakukan melalui koran atau majalanh. Waktu itu, belum ada Internet. Naskah yang ingin dipublikasikan melalui koran atau majalah harus antri lama di redaksi koran-koran atau majalah yang dipilih sebagai tempat untuk mempublikasikannya. Itupun belum tentu dipublikasikan

Kini, dunia sudah berubah. Keputusan untuk mempublikasikan sebuah tulisan berada di tangan diri kita sendiri. Kita bisa langsung mempublikasikan ke publik tanpa harus menunggu orang lain. Sangat berbeda dengan waktu itu. Redaksi satu koran atau majalahlah yang memutuskan tulisan kita itu akan dipublikasikan atau tidak, meskipun diri kita menginginkan untuk mempublikasikan.

Teknologi informasi saat ini sangat membantu kita untuk mempermudah mempublikasikan tulisan kita. Maka Manfaatkanlah!

Bbebera cara/proses sosialisasi tulisan kita:

  1. Melalui media sosial, seperti group WA, facebook, instagram. Gunakan media sosial sebagai sarana untuk mensosialisasikan karya tulis. Selain bisa untuk curhat-curhat, dengan menulis di medsos, kita bisa mendapatkan response dari para pembaca kita. Anggap saja medsos kita adalah rumah kita sendiri. Kita bisa lebih leluasa menuliskan apa yang ada di pikiran atau ide kita. Namun, harus tetap ingat pada etika bermedsos yang perlu kita perhatikan dan ikuti. Medsos dibaca masyarakat luas.
  2. Melalui blog atau web. Media ini lebih serius dibanding medsos seperti WA, facebook atau instagram. Di blog/web ini, kita perlu lebih banyak tulisan yang lebih serius dibanding bentuk medsos lainnya. Blog bisa milik kita sendiri, tetapi bisa juga menumpang di web/blog pihak lain yang menyediakan sarana ini. Contoh di Kompasiana. Kompasiana adalah media terbuka yang setiap orang boleh membuat akun sendiri. Di akun tersebut, orang bisa menulis dan mempostingkannya seakan seperti di akun milik kita sendiri, meskipun sebenarnya dikelola oleh pihak lain.
  3. Menggunakan media cetakan. Contoh dengan memasukkan tulisan di koran, di majalah, tabloid atau jurnal yang tercetak. Tulisan yang masuk akan diseleksi dan dipilih serta diedit oleh tim redaksi. Penggunaan media cetakan ini sudah melibatkan orang lain untuk bisa sampai pada proses published-nya. Sifatnya juga kompetisi dengan orang lain.
  4. Mempublikasikan karya tulis dalam bentuk buku. Membuat buku akan menjadi hal yang sangat menyenangkan Akan ada diskusi sendiri untuk bagaimana membuat buku. Diskusi ini akan sangat menarik. Tunggu tanggal mainnya.

Untuk mempublikasikan, ada dua pilihan: bisa langsung kita posting sesuai keinginan kita sendiri, seperti medsos dan blog, atau yang memperlukan kompetisi, misalnya, menggunakan media cetak seperti majalah atau koran. Ada juga yang mempublikasikannya sebagai sebuah buku. Tentu saja buku yang akaan memerlukan effort yang lebih besar. Namun keberhasilan membuat satu buku tentu akan memberi kepuasan yang lebih.

Selamat menulis, mengedit dan mempublikasikan atau mensosialisasikan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.