Hits: 3

Tugas KMO Basic Batch 48
(Tanggapan, Kesan atau Inspirasi dari Video Pak Cah)

Materi 1- bag.1 Dasar-Dasar Menulis

Materi 1- bag. 2 Kemanfaatan yang Bercorak Praktis

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=J4wG48hpGNg

Materi pertama untk memulai Kursus Menulis Online Basic yang diselenggarakan oleh Ustad Cahyadi Jakariawan. Dasar-dasar menulis. Hal-hal yang sangat mendasar dari menulis

Pengalaman pribadi Pak Cah

Pak Cahyadi suka menulis sejak sekolah SMA. Suka menulis namun tidak pernah dipublikasikan. Menulis puisi. Menulis cerpen untuk dokumentasi pribadi. Sejak SD suka membaca. Saat sekolah SD di satu kampung yang jauh dari kota di daerah Karanganyar di lereng gunung Lawu. Semua buku di perpustakaan sekolah habis dibaca.

Berkaitan suka membaca dan suka menulis.

Menulis mulai dipublikasikan sejak kuliah di UGM. Awalnya dimulai dari menanggapi opini di satu koran. Sesuatu banget menulis pertama kali untuk dimasukkan di koran, dan langsung diterima.

Hal itu menambah semangat menulis untuk dipublikasikan, baik di majalah fakultas, majalah universitas dan di majalah-majalah serta koran-koran lokal dan nasional.

Semakin banyak tulisan dimuat di koran dan majalah berdampak pada pendapatan materi yang bisa digunakan untuk membiayai sendiri untuk kuliah dan hidup berkeluarga.

Tulisan-tulisan mampu menopang hidup.

Saat ini lebih banyak berbagi tulisan pengalaman kehidupan dari pengalaman konseling pernikahan dan keluarga. Aktif menulis di Kompasiana. Selain tulisan-tulisan itu, ada empatpuluh enam buku yang sudah ditulis dan diterbitkan

Tujuan Menulis

Ada beberapa klasifikasi tujuan menulis:

  1. Tujuan Idiologis untuk berbagi keyakinan dan misi hidupnya dan ingin mempengaruhi orang lain berdasarkan keyakinan hidupnya. Biasanya orang yang menulis dengan tujuan ini tidak peduli dengan karyawa apakah disukai orang lain atau tidak .
  2. Tujuan Akademis. Misalnya para dosen yang menulis untuk jurnal atau bahan ajar kuliah. Tulisan dengan tujuan akademis akan terikat pada aturan-aturan tulisan ilmiah yang diatur masing-masing instansi
  3. Tujuan Ekonomis. Menulis untuk mendapatkan keuntungan materi dari tulisannya. BIsa didapatkan dari royalti, atau beli putus, atau ikut lomba menulis.
  4. Tujuan Psikologis. Misalnya katarsis, atau penyaluran emosi dengan berbaga cara termasuk dengan cara menulis. Orang yang sedih atau gembira, akan bisa melegakan diri atau mengoptimalkan kegembiraannya dengan menulis.
  5. Tujuan Politis. Ini dilakukan oleh para politisi, dengan cara-cara politis. Baik dengan event-event politik yang bersifat praktis maupun pendidikan politik.
  6. Tujuan Pedagogis. Menulis untuk melakukan proses mendidik. Tema bisa berbagai macam, dengan tujuan mendidik.
  7. Tujuan Medis. Menulis bagian dari terapi. Menulis menyehatkan. Ada sejumlah manfaat kesehatan dari kegiatan menulis. Kesehatan mental dan fisik bisa dicapai dengan menulis.
  8. Tujuan Praktis/Prakmatis yang beraneka ragam. Contohnya untuk popularitas, untuk mendapatkan posisi tertentu, untuk mengerjakan tugas sekolah.

Ada orang yang bisa menggabungkan tujuan-tujuan itu dalam satu tulisannya.

Manfaat Menulis

Mengetahui tujuan dan manfaat menulis bisa lebih memotivasi untuk menulis. Ada kemanfaatan yang tertuju bagi diri sendiri mapun bagi orang lain

Manfaat menulis dibagi dalam dua klasifikasi besar yaitu kemanfaatan vercorak value/nilai dan kemanfaatan praktis

Kemanfaatan bercorak Nilai/Value:

  1. Membuat kita lebih semngat membaca dan belajar. Semakin banyak menulis menuntut lebih banyak membaca dan/atau belajar. Dengan belajar dan membaca kita akan semakin banyak ilmu dan semakin bagus menulis.
  2. Melatih berfikir logis dan sistematis. Menulis apapun akan memerlukan fikiran logis dan sistematis, baik untuk tulisan fiksi mapun non fiksi. Contoh bagus dalam cerita fiksi berlatar belakang sejarah seperti Nogososro Sabuk Inten yang ditulis bapak SH Mintareja yang menggabungkan tokoh-tokoh nyata dalam sejarah yang ada dengan tokoh-tokoh khayalan dalam satu cerita yang indah. Hal ini perlu ditulis secara logis dan sistematis. Tulisan panjang maupun tulisan pendek selalu memerlukan sistematika yang logis, yang mengandung pendahuluan, isi dengan beberapa sub bagian dan penutup.
  3. Menulis proses mengikat makna. Menurut mas Hernowo, membaca itu menangkap makna dan menulis adalah mengikat makna. Ketika seorang guru membaca buku sebagai persiapan untuk mengajar, guru tersebut menangkap makna-makna dari buku-buku yang dibaca. Ketika guru tersebut menuliskan bahan ajarnya, guru tersebut mengikat makna dari makna-makna yang ditangkapnya. Makna-makna yang ditangkap saat membaca akan lebih nancep, akan lebih terikat di dalam pikiran ketika kita menuliskannya. Agar hal-hal yang sudah dibaca tidak menguap, agar menjadi sesuatu yang sifatnya tetap dimiliki dalam waktu lama, tertanam dalam memori. Lebih langgeng.
  4. Sarana Katarsis. Seseorang bisa menjadi lega sesudah menuliskan uneg-unegnya. Menjadi ringan bebannys setelah menuliskan ganjalah yang memberatkan jiwanya. Orang menulis bisa menghindarkan diri dari stress atau depresi
  5. Sarana dakwah. Seiring dengan tujuan idiologis, sarana dakwah sebagai salah satu manfaat yang bisa didapatkan. Ada banyak hal yang bisa disampaikan lebih luas dengan cara menulis. Tulisan akan bisa dibaca ke lingkup yang lebih luas, dibandingkan dakwah di satu tempat
  6. Sarana Edukasi dan sarana berbagi. Membarikan manfaat pencerahan, pembelajaran yagn bisa bermanfaat dari berbagi tulisan. Dengan tulisan, ide dan pikiran kita bisa menempus tembok-tembok pembatas dan bisa lebih luas cakupannya
  7. Kepuasan mental, intelektual dan spiritual. Setelah selesai menulis dan dipublikasikan akan mendapatkan kepuasan yang tidak bisa digantikan dengan bayaran sebesar apapun. Ada kemungkinan kita mempublikasikan buku yang meskipun tidak menjadi best seller dan tidak seberapa besar secara materi yang didapatkan, namun bisa mendapatkan kepuasan mental, intelektual dan spiritual yang luar biasa.

Kemanfaatan bercorak Praktis

Sangat banyak kemanfaatan yang bersifat praktis dari kegiatan menulis:

  1. Dikenal Publik. Sebagian besar penulis dikenal publik. Terkenal sudah dikenal publik. secara luas Di lingkungan penulis sebagian besar penulis bukan terkenal, namun dikenal. Dikenal ini penting yang akan lebih memperkuat identitas diri. Dikenal akan banyak mempermudah perjalanan hidup.
  2. Manfaat ekonomis, Manfaat ekonomis bisa bersifat manfaat ekonomis langsung, misalnya uang yang didapatkan sesudah tulisan kita dimuat di satu koran atau majalah. Contoh lain royalti dari penulisan buku. Manfaat ekonomis yang tidak langsung, contohnya karena memiliki karya tulis, menjadi dikenal dan diundang ke berbagai forum untuk membedah bukunya. Manfaat ekonomis itu bisa besifat sekali, misalnya menulis buku dan dibayar/dibeli sekali. Dan manfaat ekonomis yang besifat terus menerus, misalnya menerima royalti setiap kali buku dicetak ulang.
  3. Manfaat kesehatan. Banyak orang menjadi sehat setelah menulis. Menulis sebagai bagian dari terapi. Lebih detail bisa dibaca di e-book yang ditulisa Pak Cah
  4. Sarana untuk membuka dan mengenal dunia. Penulis bisa terbang keliling dunia oleh tulisan yang dihasilkan. Dari tulsian yang dihasilkan, penulis bisa diundang kemanapun untuk mengadakan seminar atau kegiatan forum diskusi. Bukan hanya tulisannya yang sampai di pelosok sudut tempat lain. Penulisnya pun bisa diterbangkan oleh tulisannya.

Prinsip-prinsip dalam Menulis

Menulis itu berada dalam wilayah yang bernilai. Kita perlu mengerti prinsip-prinsipnya:

  1. Prinsip Kebenaran. Kita harus menulis sesuatu yang kita yakini kebenarannya dan mengajak orang ke arah yang benar. Terutama yang memiliki tujuan menulisnya adalah tujuan idiologis. Tulisan menjadi amal hidup kita untuk tulisan yang memberi kemanfaatan bagi orang lain, sepanjang tulisan kita itu masih berguna bagi orang lain. Bisa lebih lama dibanding hidup kita sendiri. Manfaat bagi orang lain itu bisa langsung dibaca orang dari tulisan kita, ataupun dari kutipan-kutipan yang dilakukan oleh orang lain. Perlu dibedakan prinsip kebenaran dengan realitas. Kebenaran disini dalam konteks nilai, bukan realitas yang benar-benar terjadi. Jika realitas itu sesuatu yang buruk dan bisa membuat orang lain meniru melakukan hal yang buruk itu, hal itu bukanlah prinsip kebenaran yang dimaksud disini. Tidak semua yang benar-benar terjadi perlu ditulis atau diberitakan. Jika tulisan itu meskipun menyampaikan hal-halyang benar terjadi bisa menginspirasi orang untuk melakukan keburukan, hal itu akan berdampak negatif.
  2. Prinsip Kebermanfaatan. Kita menulis hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain saja. Tidak ada gunanya menulis hal-hal yng tidak ada manfaatnya bagi orang lain. Kebermanfaatan yang bernilai positif untuk melakukan hal yang baik atau mencegah orang melakukan hal yang buruk
  3. Prinsip Etis. Jangan sampai kita menulis sesuatu yang menyakiti atau menyinggung perasaan orang atau kelompok lain. Di dunia yang sangat terbuka saat ini, sangat mudah satu informasi mengalir kesana kemari, dan sulit memfilter mana berita yang benar dan tidak benar. Kita sebagai penulis perlu benar-benar memegang prinsip etis ini. Konsekuensi dari tulisan bisa berdampak sampai ke masalah hukum. Misalnya pencemaran nama baik.

Ketiga prinsip ini akan membimbing kita dalam menulis dalam koridor yang seharusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.