Jalan

Jalan adalah sarana yang membantu pejalan untuk berjalan menuju dari satu titik ke titik lain yang merupakan tujuan perjalanannya. Jalan yang mulus memuaskan pejalan yang menjalani perjalanan, dan jalan yang berlobang-lobang akan menyengsarakan pejalan yang menjalaninya.

Pagi hari Minggu, 10 Juli 2016, sekitar jam enam lebih sedikit saya mengayuh sepeda, menyusuri jalan Magelang menuju Muntilan untuk menuju Talun.

Sebenarnya ada lebih dari sepuluh orang teman yang janjian pagi ini untuk bersepeda bersama, berlatih Gowes Merdeka ke Talun, dan dilanjut mampir ke rumah dr. Sudadi. Namun karena saya memilih untuk mengantar Mita terlebih dahulu yang akan kembali ke Balikpapan, saya berangkat lebih siang dari jadwal janjian, dan sendirian saya menyusur menjalani rute latihan pertama Gowes Merdeka Merapi 2016 ini.

Saat berjalan sendiri, saya memiliki waktu yang longgar untuk memperhatikan jalan di perjalanan pagi ini. Jalan Yogya-Muntilan sangat mulus, dan lebar, namun lalu lintas sudah lumayan ramai dengan arus balik pemudik. Mobil umum, bus, dan mobil pribadi lalu lalang pagi itu untuk menuju tempat tujuan masing-masing.

Jalan, ya pagi itu saya lebih memilih memperhatikan jalan yang kujalanani. Jalan yang kulalui benar-benar sarana yang sangat berguna bagi pengguna jalan, yang diam, suka rela menerima injakan berbagai macam kendaraan yang melaluinya, bahkan menerima kotoran-kotoran dari pengguna jalan, baik beruba tetesan oli, maupun sampai yang dibuang pengguna jalan yang belum memiliki nilai-nilai hidup untuk menjaga kebersihan umum, termasuk kebersihan jalan.

Lalu aku merenung sendiri dalam perjalanan mengayuh sepeda ini, sudahkah, atau malahan baru pada tahap siapkah aku menjadi jalan yang seperti jalan yang sedang kususuri ini?

Siapkan dan bersediakah aku menjadi jalan yang memudahkan orang-orang di sekitarku untuk menuju tujuan perjalanan hidupnya? Siapkah aku untuk bersedia diinjak-injak, dan bahkan dikotori, dan tetap saja diam sebagai jalan, dan mengantar orang-orang lain menjalani diriku untuk mencapai titik yang ditujunya?

Tuhan berkatalah, dan bantulah aku untuk mendengarMu, dan bantulah aku untuk melakukannya.

Read: 9 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: