Hits: 0

Beberapa hari terakhir ini aku ikut sibuk-sibuk ngurusin Ujian Masuk UGM lewat jalur PBUK atau Penelurusan Bibit Unggul Kemitraan di Pekanbaru. Banyak sekali hal-hal menarik yang aku temui, dan salah satu hal tersebut adalah mengenai kesiapan anak dan orang tua dalam menhadapi ujian.

Peserta PBUK UGM di Pekanbaru tahun 2013
Peserta PBUK UGM di Pekanbaru tahun 2013

Banyak anak dan orang tua yang sungguh-sungguh-sungguh mempersiapkan diri dengan baik dengan rajin bertanya, lewat telpon beberapa hari sebelum hari H, mengenai ini itu, kemudian pada hari H-1 datang di lokasi ujian dengan penuh semangat melihat ruang ujian, mencari kursi dimana dia akan duduk nanti. Beruntung H-2 nomor-nomor kursi sudah kami selesaikan pemasangannya, lengkap dengan petunjuk arah mencari di mana lokasinya, sehingga anak-anak dan/atau orang tua calon peserta ujian bisa melihat  tempatnya secara tepat.

Mereka dengan semangat mencari kursinya, bahkan beberapa anak duduk merasakan kursinya dan berfoto ria di kursi dimana dia akan berjuang esok harinya. Beberapa anak dan orang tua dari luar kota,  dengan sangat antusias telpon bertanya dimana arah jalan menuju tempat ujian Balai Chevron Tanjak Laksamana, dan bagaimana cara menuju ke tempat ujian ini. Sangat menyenangkan melayani para calon peserta ujian dan/atau orang tuanya yang sangat antusias untuk bisa mempersiapkan diri mengikuti ujian dengan baik.

Namun tidak semua anak dan orang tua mempersiapkan diri dengan sebaik anak-anak dan orang tua seperti itu. Beberapa anak dan orang tua aku perhatikan banyak juga yang bisa kukatakan luar biasa cuek dan tidak pedulinya, meskipun beberapa ada yang mungkin memang tidak tahu dengan detail apa yang perlu disiapkannya.

Peserta PBUK UGM di Pekanbaru tahun 2013
Peserta PBUK UGM di Pekanbaru tahun 2013

Beberapa anak ada yang belum menyempatkan diri melihat lokasi ujian di hari sebelumnya, sehingga kebingungan mencari lokasi ujian. Sangat berbeda dengan beberapa anak yang kutemui sudah tiba di lokasi ujian jam enam pagi saat aku datang, dan gedung sama sekali belum dibuka pintunya. Sangat kontradiktif dengan anak yang datang terlambat sampai di lokasi ujian.

Beberapa saat sebelum ujian ada beberapa anak yang tidak membawa kartu peserta, mereka hanya membawa kartu pendaftaran, bahkan ada juga anak yang sekali datang tidak membawa kartu pendaftaran maupun kartu peserta, sehingga nomor pendaftaran diri sendiripun tidak tahu, dan anak inipun tidak datang ke tempat ujian di hari sebelumnya, sehingga nomor kursipun tidak tahu.

Luar biasa memang keanekaragam anak dan orang tua dalam mensikapi ujian masuk perguruan tinggi…..

Berdasar pengalamanku dalam mempersiapkan anak memasuki bangku perguruan tinggi, berikut beberapa tips sederhana dalam mempersiapkan hari ujian:

1. Orang tua benar-benar perlu memahami aturan dan apa saja yang perlu dibawa oleh anak saat ujian. Yang aku lakukan adalah mempersiapkan segala sesuatunya, dan biarkan anak mempersiapkan diri dengan belajar. Dan setelah orang tua memahami, menerangkan ke anak secara ringkas apa yang perlu disiapkan dan apa yang perlu diketahui.

2. Membuat check list hal-hal apa yang perlu dilakukan, dan perlu disiapkan termasuk yang perlu dibawa. Dan dilakukan check recheck bersama anak

3. Meninjau ke lokasi ujian pada hari H-1 untuk mengetahui dimana lokasi ujian, kelas/ruang ujian, bahkan kalau diijinkan sampai melihat temapt duduknya

4. Saat hari H ujian, mengantar anak ke lokasi ujian, dan menunggui anak yang sedang ujian dengan berdoa.

Semoga Tuhan memberkati segala usaha kita termasuk keseriusan kita dalam mempersiapkan hal yang penting ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.