Hits: 36

Gowes Yogya-Pati dalam rangka memperingati ulang tahun Bang Yos, dengan tujuan ke rumah bang Yos di Jakenan Pati sudah rutin kami lakukan sejak tahun 2016, dan “libur” beberapa tahun termasuk saat pandemi Covid.

Tahun 2022, kembali gowes ultah ini kami lakukan. Namun start gowes kali ini bukan dari Yogya, tapi dari Solo. Meskipun masih ada dua orang teman kami yang memulai gowes lebih pagi dan tetap mengawali gowesnya dari Yogya.

Alasan gowes start dari Solo adalah untuk lebih kenyamanan, dan juga sekalian mencoba rute baru yagn lebih jauh dari rute sebelumnya. Rute sebelumnya Yogya-Solo-Purwodadi-Jatipohon-Jakenan berjarak sekitar 180km. Rute baru yang akan kita lakukan ini tidak melalui Jatipohon lagi, namun melewati rute Solo-Purwodadi-Wirosari (jalan raya Purwodadi-Blora) – Konduran – Todanan – Pucakwangi – Jakenan. Jalur baru ini berjarak total hampir sekitar 200km dari Yogya, atau sekitar 140km an dari Solo.

Kami janjian kumpul di Sambilegi jam 05:00, naik mobil. Sepeda naik pickup mas Zulfan, putra almarhum pak Totok. Tahun 2017 kami ke Pati dibantu almarhum pak Totok, dan tahun 2022 kami di bantu mas Zulfan.

Teman yang bersepeda dari Yogya, dr. Hari dan mas Luddy sudah berangkat gowes sekitar jam empat pagi. Dan kami akan bertemu di Solo

Sekitar jam 06:15 kami yang naik mobil sudah sampai Solo, dan mempersiapkan sepeda serta sarapan di Saung Bandung Garden Resto Jalan Siwalan No. 45 Solo. Mobil bang Yos diparkir di Solo, dan dua mobil lain yaitu mobil Mas Anas dan pickup terus ikut perjalanan sampai Pati.

Saung Bandung Garden Resto – Jl. Siwalan Kerten Solo

Etappe 1 Solo-Sumber Lawang (KM 0 – KM 29)

Sekitar jam tujuh lebih sedikit, diawali dengan doa bersama dipimpin bang Yos kami memulai perjalanan dari saung Bandung menuju perhentian pertama sebelum masuk ke Sumber Lawang. Sebelum jalan belok kiri ke arah waduk Kedong Ombo.

Dari Saung Bandung kami mengarah ke Utara ke Jalan Adisucipto, kemudian belok kiri menuju perempatan Fajar Indah dan belok kanan menuju ke Jalan Adisumarmo, terus lanjut menuju Tugu Boto dan menyeberang di atas jalan Toll Solo-Semarang. Rombongan yang berangkat dari Solo bertemu dengan dr. Har dan mas Luddy yang gowes dari Yogya di sekitar tuguboto.

Perjalanan terus lanjut menuju Kalioso, dan masuk ke jalan raya Solo-Purwodadi. Kondisi jalan menuju Kalioso sudah berupa jalan cor beton, dan di beberapa tempat masih dalam perbaikan.

Kondisi jalan raya Solo-Purwodadi mulau dari Kalioso-Gemolong sampai sebelum masuk ke Sumberlawang kondisinya bagus dan lalu lintas cukup ramai.

Di KM 29, di dekat SMP N1 Sumber Lawang kami berhenti untuk regrouping menyelesaikan perjalanan etappe 1 dengan kondisi jalan yang relatif datar.

Etappe 2 Sumber Lawang-Waduk Kedong Ombo-Purwodadi (KM 29 – KM 57)

Kami menerima informasi bahwa jalan di daerah Sumber Lawang di jalur jalan utama Solo-Purwodadi kondisinya masih belum bagus. Jadi kami putuskan untuk melalui rute melewati sisi Timur Waduk Kedong Ombo.

Dari SMP N 1 Sumberlawang tersebut, kami belok kiri (ada tanda ke Kedung Ombo). Nah, jalan disini mulai naik turun. Tipikal jalan menuju daerah Waduk. Jarak tempuh melewati jalur alternatif ini hampir sama dengan melawati jalur raya Solo-Purwodadi di segmen Sumberlawang ini, namun kontur di jalan alternatif ini relatif lebih naik turun.

Kami masuk lagi ke jalur jalan raya Solo-Purwodadi seblum masuk Gundih. Dan perjalanan dilanjutkan melalui jalan raya ini sampai hampir masuk Purwodadi. Rencana semula kami akan masuk Kota Purwodadi, lalu belok kanan melalui jalan raya Purwodadi-Blora. Berdasarkan informasi Dokter Wowo yang waktu muda bertugas di daerah sini, mengajak untuk belok kanan sebelum masuk kota, agar bisa melalui jalan yang lebih nyaman dan dekat. Dan kami masuk ke jalan alternative yang ke arah Kuwu. Sampai di simpang jalan ini sekitar jam 10.45. Jadi rencana makan siang di daerah Purwodadi bisa kami tunda.

Etappe 3 Purwodadi-Wirosari-Kunduran (KM 57 – KM104)

Berbeda dengan rencana awal yang akan melalui jalan raya Purwodadi-Blora, perjalanan siang itu kami lewatkan ke jalur alternative melalui jalan ke arah Kuwu. Kami melalui daerah Kandangan, Nglobar, Pulokulon, Jetaksari dan kami mampir makan siang di daerah Krajan.

Setelah makan siang sekitar 1 jam, kami melanjutkan perjalanan ke arah Timur. Sebelum Kuwu, kami belok kiri ke arah Wirosari di jalan utama Purwodadi-Blora.

Selanjutnya gowes melalui jalan raya Purwodadi-Blora, melalui daerah Ngaringan, sebelum sampai di perbatasan Purwodadi-Blora.

Kami kembali berkumpul di traffic light Konduran untuk belok ke kiri, menuju tujuan akhir di Jakenan. Sejak dari Solo cuaca cukup panas. Dan mulai dari Kunduran ini, gerimis mulai hadir.

Etappe 4 Kunduran-Todanan-Pucakwangi-Jakenan (KM 104 – KM 144)

Nah, etappe ke 4 ini jalanan akan mulai naik turun, dan naik sampai elevasi sekitar 300 meter, dan cukup tajam. Namun ketajaman naik dan turunnya tidak seekstrem jalur Jatipohon, jadi masih bisa dilewati dengan nyaman dan tentunya pelan.

Perjalanan di segmen yang memang sudah kami perhitungkan yang paling menantang tanjakan-tanjakannya, kami lalui ditengah-tengah hujan yang sangat lebat, dan sesekali terdengar petir. Hujan bener-benar lebat, sehingga jarak pandang menjadi sangat dekat.

Di tengah hujan dan genangan-genangan air di jalan yang tidak rata, membuat kami memilih berjalan dengan extra pelan ketika melewati genangan air, karena kami tidak tahu seberapa dalam airnya.

Ketika hujan reda, kami masuk ke wilayah yang pemandanganannya sangat bagus diantara bukit-bukit, termasuk obyek wisata Gua Terawang. Sayang bateri gopro saya habis, sehingga tidak bisa mendokumentasikan keindahan perjalanan di segmen ini. Satu hal lain semua alat pencatat perjalanan saya, yaitu bryton dan jam tangan amazfit kehabisa baterai. Beruntung saya sempat menghidupkan strava di Iphone, sehingga bisa dilakukan penyambungan dengan alat bantu gotoes.

Kami tiba di Sate Jakenan sekitar jam 17:30, dan menikmati sate dan gule istimewa yang selalu kami datangi setiap kali gowes ke Pati. Setelah selesai menikmati sate dan gule, kami segera menuju ke rumah bang Yos, dan mampir dahulu berfoto di Alun-alun Jakenan yang baru dibuat dan menjadi ikon Jakenen.

Terima kasih teman-teman semua..Bang Yos, mas Anas, dokter Wowo dan ibu, mas Kus Eddy, Pak Iwan, mas Joko Sumiyanto, dokter Hari dan mas Luddy…Juga Pak Poyo, mas Zulfan dan Pak Ito yang setia mengawal. Semoga bisa kita bersama lagi tahun depan di jalur yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.