Hits: 16

 

Gowes di pulau Bali. Gowes keliing pulau Bali menyusuri jalan-jalan di sekitar pantai. Sangat menyenangkan dan pingin mengulang kembali. Sebagian besar jalan mulus dan datar, sebagian lagi rolling-rolling naik turun sedikit Satu tanjakan yang lumayan panjang dan tinggi di daerah Karang Asem, dalam perjalanan dari Tulamben ke Amlapura.

Gowes touring ke luar kota sudah sering kami lakukan, namun touring di luar kota disaat pandemi memerlukan persiapan yang lebih matang. Bukan hanya persiapan perencanaan perjalanan, namun yang lebih penting adalah perencanaan perjalanan dalam mensikapi kondisi pandemi covid-19.

Perencanaan Perjalanan

Beberapa pilihan moda transportrasi dari Yogyake Bali kami pertimbangkan: pesawat, kereta api dan bus/mobil. Akhirnya bus/mobil yang kami pilih. Berdasar berbagai pertimbangan, termasuk pertimbangan kondisi dimasa pandemi.

Gambaran besaar perjalanan:

  • Rabu malam berangkat dari Yogya menuju ke Ketapang dan menyeberang ke Gilimanuk. Diperkirakan tiba di Gilimanuk Kamis pagi/siang
  • Kami siang mulai gowes dari Gilimanuk menuju ke Singaraja menyusuri pantai Utara bagian Barat pulau Bali. Dengan jarak sekitare 87 km dan jalan datar dengan rolling-rolling kecil. Dan menginap di Singaraja
  • Jum’at pagi gowes paling panjang, sekitar 156 km dari Singaraja-Tulamben-Amlapura-Denpasar. Selain paling panjang, tanjakan di segemen ini juga paling tinggi. Dan menginap di Denpasar
  • Sabtu pagi gowes dari Denpasar-Tabanan-Negara-Gilimanuk. Diperkirakan sampai di Gilimanuk siang hari. Lanjut perjalanan balik menuju Yogya, dan diperkirakan tiba di Yogya Minggu pagi.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=MwXtfhxaZVI&w=560&h=315]

Perencanaan Perjalanan  Mensikapi Pandemi Covid

Nah, diskusi perjaanan mensikapi pandemi covid yang lebih seru. Mengingat ini hal baru. Kami beruntung karena di group kami banyak teman-teman dokter yang banyak memberi pandangan dan masukan untuk hal ini.

Hal penting yang kami rencanakan:

  • Sebelum berangkat, semua dipastikan sehat dan bebas dari covid-19, dengan cara semua yang akan melakukan perjalanan melakukan test antigen.
  • Selama kegiatan, semua menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, termasuk memakai masker dan rajin cuci tangan
  • Setelah selesai kegiatan, sebelum sampai ke rumah masing-masing, semua melakukan test antigen kembali, memstikan semua sehat dan bebas covid-19 sebelum bertemu keluarga masing-masing di rumah

 

Kami berusaha semaksimal mungkin agar semua sehat. Semoga Tuhan memberkati usaha kami.

Perjalanan Menuju Bali

Rabu 10 Maret 2021 pagi semua anggota rombongan yang akan ke Bali termasuk sopir dan kenek bus berkumpul di Ledok Gebang melakukan test antigen. Puji Tuhan, semua negatif dan bisa berangkat ke Bali.

Ada dua kloter keberangkatan. Kloter pertama, empat orang menggunakan mobil berangkat jam 19:00 dari Yogya, dan rombongan besar dengan bus bersama sepedanya berangkat jam 22:00.

Lalu lintas Yogya-Solo agak ramai malam itu. Kemungkinan karena malam week-end panjang.Rombongan pertama sampai di pintu toll Colomadu jam 20:30. Jalan toll sampai Probolinggo sangat nyaman. Sepi. Keluar di Probolinggo masuk ke jalur pantura, jalur agak padat. Kolter pertama sampai di Ketapang hampir jam 04:00 pagi dan langsung naik kapal penyeberangan. Pembelian tiket penyeberangan dilakukan online https://www.ferizy.com/ Saat membeli jam keberangkatan tidak terlalu sensitif. Tidak harus tepat sama antara jam yang dipilih dan kenyataan keberangkatan, karena kapal penyeberangan tersedia hampir setiap saat, dan berangkat setiap sekitar 15 menitan. Harga tiket untuk satu mobil dan 4 orang sekitar Rp 185.000,-

Perjalanan penyeberangan sekitar 1 jam. Dan setiba di Gilimanuk, semua penumpang wajib menunjukkan surat hasil test antigen untuk bisa masuk ke pulau Bali. Kami berempat keluar dari pelabuhan sekitar jam 06:00 pagi waktu Bali, dan langsung menuju ke satu penginapan di dekat Pelabuhan. Renana kami akan istirahat tidur sampai jam 11:00 an. Namun sekitar jam 10:00 pagi kami sudah bangun, dan mulai bersiap-siap.

Sedangkan rombongan dengan bus sampai di Gilimanuk sekitar jam 12:00an siang dan langsung gowes dari pelabuhan Gilimanuk.

Gowes Hari Pertama Gilimanuk-Singaraja

Jalan keluar dari Gilimanuk hanya satu, baik ke arah Denpasar maupun ke arah Singaraja. Satu jalur sampai  satu pertigaan. Lurus menuju ke Denpasar, dan belok kiri ke arah Singaraja.

Jalan ini membelah Taman Nasional Bali Barat. Taman yang luasnya sekitar 77 ribu hektar atau sekitar 10% dari luas daratan pulau Bali merupakan hutan yang cukup lebat dengan berbagai satwa, termasuk burung Jalak Bali di habitat aslinya. Beberapa monyet bisa kita temui juga duduk-duduk di tepi jalan.

Jalan di sini mulus dan sepi. Kendaraaan bermotor tidak begitu banyak. Hanya satu dua mobil dan motor yang melintas. Truk besar hampir tidak ada. Kami hanya melihat satu atau dua truk Pertamina.

Suasana di jalur ini saya rasakan tidak seperti jalur Selatan yang banyak pura-pura. Di awal jalur Utara ini masih jarang pura. Jadi belum bener-bener terasa Bali yang biasa kita temui banyak Pura.

Sekitar 30km dari Gilimanuk jalan menyusuri tepi pantai Pemuteran dan Pantai Pulaki, dan mulai ada beberapa tempat makan yang bagus. Satu-satunya “kota” yang agak besar yang kami lewati di sekitar KM ke 65 adalah kota Seririt. Cukup ramai.

Perjalanan berlanjut ke Pantai Lovina yang terkenal disekitar KM 75, dan kemudian masuk ke Kota Singaraja yang ramai. Kami berempat mampir terlebih dahulu di rumah adik salah satu teman kami. Pas sampai rumah tersebut, turun hujan lebat beberapa lama. Setelah hujan reda, kami lanjutkan perjalanan menuju hotel Singaraja tempat kami bermalam di hari pertama ini.

Perjalanan hari pertama ini sejauh 88 km kami tempuh sekitar 5 jam perjalanan.

Strava perjalanan hari pertama bisa dilihat di sini.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=d5gjUOmBWa4&w=560&h=315]

Gowes Hari Kedua Singaraja-Denpasar

Setelah tidur nyenyak semalam di Singaraja, kami akan melanjutkan perjalanan hari kedua. Tadi malam sebelum tidur sekitar jam 10 malam, kami pastikan makan yang cukup untuk energi hari ini.

Kebetulan di depan hotel ada penjual makanan. Ada beberapa teman yang keluar makan  di luar sekitar jam 4 pagi. Saya nitip saja. Makan ketan gulajawa dan telur rebus 2. Minumnya susu. Uenak.

Berangkat dari hotel sekitar jam enam lebih sedikit. Hari masih agak gelap. Hari ini istimewa, karena kami akan dipandu oleh beberapa goweser dari Bali, termasuk dr. Alit, dokter anesthesi dari Bali beserta ibu dan putra putrinya.

Jalan halus dan masih sepi. Jalan datar. Setelah gowes sekitar 20km, kami tiba di pantai yang berada di tepi jalan untuk istirahat sebentar.

Perjalanan berlanjut dengan kondisi jalan yang masih mirip. Halus dan datar. Mampir di satu tempat di pinggir jalan untuk menikmati sarapan yang disediakan hotel dalam box.

Selepas pantai Tulamben, mulai sekitar  KM 65-73 jalan mulai agak naik dan turun. Dan tantangan paling indah hari ini dimulai di KM73 sampai KM81, dimana jalan terus menanjak panjang. Mirip-mirip jalan di Pathuk Jalan Wonosari Yogya. Puncak ketinggian tanjakan ini di elevasi +318m di daerah Abang.

Setelah itu jalan turun terus sampai kota Amlapura. Kami istirahat minum es buah di sini. Selepas dari Kota Amlapura masih ada tanjakan-tanjakan kecil sampai KM 100.

Dan setelah itu jalan datar terus sampai pantai Wates Yeh Malet. Maju sedikit sampai pantai Goa Lawah. Kami makan siang diWarung Lesehan Merta Sari, yang beralamat diJl. Kresna, Pesinggahan, Kec. Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali 80761. Arahnya dari goa Lawah maju sedikit arah ke Denpasar, kemudian belok ke kanan. Dan tempat makan itu ada di kiri jalan dengan parkiran luas di seberang jalannya.  Warung makan ini  menyediakan makanan laut khas Bali, seperti sate ikan, sup ikan, pessan ikan (semacam pepes / botok), sayur urap dan sambal. Enak. Sangat khas.

Dari Lesehan Merta Sari ke hotel tempat kami menginap di Denpasar jaraknya sekitar 37km. Kami lanjutkan perjalanan melalui jalan by-pass atau Jl. Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Mantra. Jalan datar, lurus menyusuri pantai dan panas. Perjalanan etappe terakhir hari ke dua ini perlu dinikmati dengan baik, karena bisa menjemukan. Kami beruntung arah angin searah dengan arah perjalanan kami. Jadi lumayan ringan terdorong angin dari belakang.

Tiba di hotel hari masih terang. Dan kami beristirahat setelah perjalanan 156 km hari ini. Malam hari kami sempatkan pergi keluar naik grabcar ke Kuta. Dan kami mendengar cerita pengemudi grab yang mengatakan kondisi Bali masih sepi. Dan itu kami rasakan juga ketika kami masuk ke toko oleh-oleh yang cukup besar di Kuta. Sangat sepi dibanding kondisi yang biasa kami rasakan waktu kondisi normal sebelum pandemi.

Strava perjalanan hari ke dua bisa dilihat di sini.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=8f-BRN4ib3M]

Gowes Hari Ketiga Denpasar-Gilimanuk

Hari ke tiga atau hari terakhir gowes keliling Bali. Jalur yang akan kami tempuh adalah Denpasar-Tabanan-Negara-Gilimanuk, dengan jarak sekitar 122 km.

Seperti hari kedua kemarin, kami mulai meninggalkan hotel jam enam pagi. Perjalanan menuju Tabanan sekitar 20km melalui jalan yang lebih ramai, dan ada lobang-lobang kecil di beberapa bagian. Jadi perlu konsentrasi lebih untuk melaluinya. Jalan juta melalui tanjakan-tanjakan dan turunan-turunan yang lumayan banyak dan cukup menantang.

Jalan terus bergelombang dengan tanjakan dan turunan panjang sampai di sektar KM 34. Kemudian jalan turun terus sampai ke Pantai Soka. Setelah itu perjalanan terus menyusuri jalan di tepi pantai sampai mendekati Negara. Pantai di sisi Selatan Bali ini lebih indah dibanding pantai di sisi Utara.

Hari itu, Sabtu, 11 Maret 2021 di sepanjang jalan banyak kami temui upacara-upacara keagamaan menjelang hari raya Nyepi yang akan dirayakan keesokan harinya Minggu, 12 Maret 2021.

Jalan terus datar dan nyaman, meskipun udara terasa panas. Dan suasana sejuk sangat terasa sekitar 10 km sebelum Gilimanuk ketika kami kembali masuk ke  Taman Nasional Bali Barat. Suasana sangat berbeda dengan jalan sebelumnya. Disini pohon sangat rindang meneduhi jalan, dan hutan lebat. Terasa sangat segar. Saya pribadi seperti merasakan suasana cooling down yang menyenangkan setelah gowes selama tiga hari. Kebetulan juga saat mulai masuk ke hutan di Tamabn Nasional Bali Barat ini cuaca berubah menjadi mendung setelah sebelumnya panas. Jadi suasana teduh sangat terasa.

Beberapa teman  yang bersepeda di belakang bahkan mengalami hujan lebat ketika tiba di hutan ini, dan berteduh sejenak sampai hujan reda.

Sampailah kami  di simpang Tiga dimana di hari Pertama kami melalui jalur yang belok ke kanan ke arah Singaraja dari Gilimanuk. Di sini kami lurus menuju Gilimanuk, dan tibalah kami di tempat tujuan kami.

Setelah istirahat sebentar, mandi dan membersihkan sepeda. Kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Yogya.

Strava perjalanan hari ketiga bisa dilihat disini.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=kvSURGdIaq0]

Perjalanan Gilimanuk-Yogyakarta

Kami memastikan untuk bisa menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang sebelum kapal penyeberangan istirahat beberapa lama untuk menghormati perayaan Nyepi di Bali. Penyeberangan sore itu lebih ramai dibanding hari Kamis pagiyang lalu ketika kami menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk.

Penyeberangan berjalan lancar. Berbeda dengan saat masuk ke Bali, di perjalanan pulang ke Jawa ini tidak ada pemeriksaan test antigen covid-19.

Di Banyuwangi kami mampir makan di satu tempat, dijamu oleh teman dokter anesthesi dari Genteng Banyuwangi. Di saat makan tersebut kami mendapat kabar bahwa ada kerusakan jembatan ke jalan arah Probolinggo, sehingga kami memutuskan kembali ke Probolinggo melalui kota Jember. Perjalanan sedikit lebih lama, namun menjadi pengalaman bagus melewati daerah yang belum pernah kami lalui. Jalan relatif lebih sempit dan ramai.

Setelah sampai Probolinggo dan masuk toll, jalan sangat lancar. Dan kami sampai di Klaten sekitar jam 04:30- pagi hari MInggu dan langsung mampir ke Rumah Sakit Bedah Diponegoro Dua Satu untuk melakukan test antigen seperti saat kami berangkat. Test ini sangat penting untuk memastikan kami semua sehat dan tidak membawa covid-19 ke rumah.

Semua hasil test negatif. Dan kami melanjutkan perjalanan ke rumah.

Strava keseluruhan kegiatan gowes keliling pulau Bali bisa dilihat disini…….

Terima kasih Tuhan atas berkat dan rahmatMu. Perjalanan yang menyenangkan ini berjalan dengan baik sesuai yang telah kami rencanakan. Marilah terus berkegiatan yang menyehatkan dengan terus mentaati protokol kesehatan. Tuhan memberkati kita semua.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.