Bulan September 2012 merupakan bulan yang penuh warna dan gegap gempita di Riau dalam melaksanakan pesta akbar, Pekan Olah Raga Nasional, PON yang ke XVIII. Pembukaan dan Penutupan yang disajikan dengan spektakuler, mampu meninggalkan kesan tersendiri pada kesuksesan PON kali ini, yang sebelumnya banyak diragukan keterlaksanaannya karena keraguan banyak pihak atas ketidaksiapan Riau, terutama dalam penyediaan infrastruktur, baik venue tempat pertandingan maupun infrastruktur penunjang lainnya, selaian kekurang siapan sumber daya manusianya.

Balai Chevron Tanjak Laksamana

Sebagai bagian dari masyarakat Riau yang baik yang sudah hidup cukup lama di wilayah ini, Chevron  memiliki keinginan dan sekaligus mewujudkan dengan peran yang aktif dalam mendukung pelaksanaan PON XVIII ini dengan memberikan berbagai kontribusi, antara lain Pembangunan Gedung Serbaguna, penyediaan fasilitas Media Center Utama, penyiapan venue tenis meja di Dumai, penyiapan lokasi pengambilan api PON dan penampilan Marching Band BCK pada acara pembukaan dan penutupan PON.

BCTL untuk PBUK UGM 2013
BCTL untuk PBUK UGM 2013

Balai Chevron Tanjak Laksamana (BCTL) adalah sebuah gedung yang megah senilai sekitar lima puluh tiga miliar rupiah ini didanai sepenuhnya oleh Chevron Corporation. Bangunan ini memiliki luas 4,400 meter persegi, yang mampu menampung hingga dua ribu orang, yang pada PON kali ini dimanfaatkan untuk arena pertandingan Wushu. Bukan hanya digunakan untuk keperluan PON XVIII serta Paralympic Games di tahun 2012 ini, namun juga direncanakan untuk mendukung perhelatan Islamic Solidarity Games di tahun 2013. Secara berkesinambungan gedung ini juga dirancang sebagai suatu sarana yang bisa digunakan untuk kegiatan pelatihan, seminar, olahraga maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya di kelak kemudian hari. Dan sampai saat ini, selain penggunaan saat PON, BCTL sudah digunakan juga untuk beberapa kegiatan, seperti latihan marching band BCK, kegiatan pertemuan penghargaan untuk pegawai-pegawai Chevron yang sudah mengabdi lebih dari 25 tahun dan beberapa kegiatan lain.

Nama Balai Chevron Tanjak Lasmamana, yang merupakah nama resmi gedung serbaguna ini, didapatkan dari sayambara penamaan gedung yang diikuti oleh sekitar 700 orang dengan berbagai usulan nama. Pada tahap awal panitia menyeleksi nama-nama yang masuk, dan diajukan ke Management Chevron di Sumatra dan salah seorang budayawan melayu, dan memilih tiga buah nama teratas. Dan setelah ketiga nama tersebut diajukan ke Gubernur Riau, dipilihlah satu nama yang dipakai sebagai nama gedung ini, dan Gubernur Riau memilih Balai Chevron Tanjak Laksamana sebagai nama resmi.

Dalam Sayembara ini, masyarakat diminta mengajukan usulan nama dan alasan dari usulan namanya. Tanjak Laksaman adalah salah satu model destar Melayu untuk dipakai oleh seseorang yang melambangkan keutamaan, sebagai suatu perilaku utama. Dan Laksamana melambangkan suatu perilaku pemberani sekaligus jujur dan bisa dipercaya sebagai sifat suatu kepemimpinan. Sifat-sifat kepemimpinan yang utama ini menunjukkan keberadaan gedung ini, baik proses pembangunannya dan kelak saat penggunaannya.

644027_3898291339924_1205863096_nPembangunan gedung ini, berlangsung pada saat di sekitarnya sedang “gaduh” dengan situasi yang kurang baik, adanya persiapan yang kurang mulus. Sementara Chevron dengan waktu yang relatif singkat bisa merencanakan, membangun dan mewujudkan suatu bangunan yang berkualitas tinggi, dengan proses dan cara yang terpuji. Chevron terus memimpin dan memberi contoh sifat-sifat keutamaan, sebagai perilaku utama dalam mewujutkan gedung ini. Dan selama pemanfaatan gedung ini nanti, sebagai suatu gedung olahraga, sifat-sifat olahragawan yang pemberani, sekaligus jujur dan bisa dipercaya harus menjadi sifat siapapun yang melakukan kegiatan di tempat ini. Nama Balai Chevron Tanjak Laksamana diharapkan bisa mengingatkan secara terus meneurs setiap pengguna gedung ini untuk selalu mengutamakan sifat mulia.

Untuk mencapai lokasi Balai Chevron Tanjak Laksamana, yang terletak di kompleks olah raga Rumbai, dari arah Pekanbaru kita melalui jalan Yos Sudarso, menyeberang jembatan sungai Siak lurus ke arah Dumai, sampai bertemu perempatan yang kekiri menuju PCR, dan ke kanan menuju bundaran Chevron. Kita masih lurus sedikit, dan masuk melalui pintu gerbang  stadion sepak bola di sebelah kanan jalan. Masuk ke jalan yang mengelilingi stadion sepak bola, dan di belakang stadion belok ke kiri menuju arah belakang,  dan gedung BCTL berada di sebelah kiri  dengan bentuknya yang sangat khas.

Read: 168 times.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.