Gowes Sabtu Pagi 20 Oktober 2012

Kabar gowes Sabtu, 20 Oktober 2012 akan dimulai pukul 06.30 pagi, lebih pagi dari biasanuya sudah diwartakan sejak hari Jum’at melalui email kantor oleh pak Ketua, mas Rosyid, dan wara-wara mengingatkan, terutama mengenai perubahan jam start sudah disampaikan juga melalui fasilitas BBM. Beberapa teman berhalangan karena ada kegiatan lain, dan beberapa teman confirm. Sangat biasa seperti minggu-minggu lalu. Dan sangat biasa juga saat kami memulai perjalanan Sabtu pagi dalan gowes, dua belas orang berkumpul di rumah mas Fathoni, dan belum ada kepastian akan gowes ke mana.

Gurun depan Asrama Putri Palas 20 Oktober 2012Gurun depan Asrama Putri Palas 20 Oktober 2012
Gurun depan Asrama Putri Palas 20 Oktober 2012

Saat start diputuskan gowes ke jalur dua minggu yang lalu ke arah Danau Buatan, namun tidak sampai satu menit kemudian berubah, ke arah Palas, dengan tujuan agar variasi pemandangan fotonya bisa berbeda dengan minggu-minggu kemarin, karena sudah lama kami tidak gowes ke arah Palas…..hehehheeh, memang foto dan hasilnya menjadi bagian yang sangat penting dari aktivitas gowes kami ini. Dengan tiga ukuran yang kami miliki, KM driven, Kilo Kalori makan dan Kilo Byte hasil foto, menjadi satu kesatuan score card yang menyenangkan kegiatan kami.

Sekitar jam 06:45 kami mulai menyusuri jalan aspal kompleks perumahan kami uang indah, keluar melalui Gate KM 8 atau Gate Sawit kami menyebutnya, dan sedikit menyusuru jalan raya Pekanbaru-Medan yang lumayan ramai lalu lintasnya. Sampai di SimpangPalas, yang dahulu orang menyebut sebagai Simpang Bingung, dan sampai sekarangpun nama Simpang Bingung masih lebih populer dari Simpang Palas, kami berbelok ke kanan ke arah kantor kecamatan. Jalan masih aspal mulus dengan turunan dan tanjakan yang cukup tajam.

Suburnya Negeriku - Palas 20 Oktober 2012
Suburnya Negeriku – Palas 20 Oktober 2012

Bukan lagi suatu masalah bagi sebagian besar kami dalam melalap tanjakan-tanjakan di Palas ini, sungguh berbeda dengan saat-saat awal dahulu dimana sebagian besar dari kami masih terseok-seok, terengah-engah, bahkan kadang ada yang menuntun sepedanya di tanjakan. Sekarang sih, sebagian besar bisa menanjak dengan bersiul-siul santai…Terima kasih Tuhan, ternyata tanpa terasa, kegiatan kami bersepeda ini telah jauh meningkatkan kemampuan fisik kami dalam bersepeda, sehingga kami bisa lebih banyak melakukan kegiatan yang menyehatkan dengan nyaman.

Tujuan kami pagi ini adalah kolam ikan di Palas.Saat meninggalkan jalan aspal menuju lokasi kolam ikan, kondisi jalan yang semalam diguyur hujan, cukup becek, dan jenis tanah di daerah Palas ini berbeda dengan jenis tanah di daerah Danau Kayangan. Jika di daerah danau, tanahnya berjenis tanah liat, di daerah Palas ini tanahnya lebih berpasir, sehingga meskipun becek, namun tidak terlalu lengket ke roda sepeda, jadi kami masih bisa melaju dengan lancar tanpa gangguan yang berarti, selain dari kondisi kotor dan bawah di sepeda dan baju.

Antri - Palas 20 Oktober 2012
Antri – Palas 20 Oktober 2012

Sempat tersesat satu kali masuk ke halaman rumah penduduk, tanpa jalan lanjutan, lalu balik kanan di pandu mas Wahono yang ternyata sudah sangat hafal lokasi kolam ikan Palas ini. Dan ternyata memang luar biasa mas Wahono ini, sangat yakin memilih jalan, dan segera kami tiba di kolam ikan tujuan kami. Kegiatan yang paling menyenangkan kami lakukan di tempat ini dengan berfoto-foto dengan berbagai gaya. Benar-benar tak terasa lelah pagi ini, karena kebetulan juga cuaca sangat bersahabat. Mendung, sejuk tanpa panas, dan air minum juga relatif utuh.

The Power of Gotong Royong - Palas
The Power of Gotong Royong – Palas
Aksi Keprihatian untuk Teman-Teman Kami
Aksi Keprihatian untuk Teman-Teman Kami

Teman-teman yang menjadi bintang pagi ini adalah mas Hari Purnomo, yang paling antisias dan lincah, baik dalam hal meloncat-loncat berfoto, menunggu durian jatuh dan juga dalam menyeberangkan sepeda di ujung jalan asrama putri yang putus rutenya, dengan lereng miring yang licin. Juga Pak BL Tobing, senior kami, dengan badan yang gempal, terus mantap mengayuh tanpa rasa capek. Istilahnya mas Wahono, pak Tobing selalu di belakang, kecuali saat di tanjakan, pak Tobing selalu tancap gas menyalib peserta lain….

Gowes pagi ini dengan total berjarak sekitar 30 km  diakhiri dengan santap pagi bersama di Lotek Ajo di depan PCR, dan minuman andalan kami, teh manis panas yang luar biasa nikmat tiada tara. Terima kasih mas Dadang yang sudah mbayari, ngalahin mas Wahono yang niat mbayari juga pagi ini…Terus semangat mengisi hari dengan kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan.

Read: 25 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: