Rekor peserta gowes dari Rumbai ke Payakumbuh kembali meningkat dalam kegiatan gowes tanggal 11 dan 12 Mei 2012 ini, dimana total ikut serta 21 pencinta sepeda bergabung. Sembilan belas orang berangkat menggunakan bus, satu orang menggunakan mobil pribadi dan satu orang yang lain mengendarai pickup pembawa 21 sepeda ke Payakumbuh, berangkat hari Jum’at sore, 11 Mei 2012 dan bertemu,berkumpul dan menginap bersama di Hotel Shago Bungsu di pinggir jalan raya Harau-Payakumbuh.

Gunung Sago Payakumbuh
Gunung Sago Payakumbuh

Bus yang dinaiki oleh sebagian besar peserta berangkat tepat waktu sesuai jadwal pada pukul 17:00, berhenti tiga kali di masjid sebelum Bangkinang, di rumah makan soto di Rantau Berangin dan di satu tempat pengisian bensin di Pangkalan. Perjalanan diwarnai suasana gembira, penuh antusias untuk menikmati indah dan segarnya Gunung Sago di Payakumbuh. Rombongan tiba di hotel pada pukul 23:45, dan langsung masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat. Hotel Shago Bungsu ini sangat cocok untuk rombongan yang hanya menggunakan kamar sangat sebentar, untuk tidur sekitar 4-5 jam, menyimpan barang dan mandi. Satu kamar terdiri dari 4 buah tempat tidur dengan kamar mandi yang bersih dan air yang melimpah. Pas, seperti yang dibutuhkan rombongan penyepeda.

Menuju Sago Bungsu Payakumbuh 12 Mei 2012
Menuju Sago Bungsu Payakumbuh 12 Mei 2012

Luar biasa semangat rombongan ini, sebelum jam 06:00 pagi, semuanya sudah siap, lengkap dengan jersey dan semua perlengkapan untuk bersepeda hari ini. Untuk menghindari mengayuh sepeda terlalu jauh di jalur jalan raya Harau-Payakumbuh, rombongan naik bus menuju kota Payakumbuh, menuju rumah Pak Us, track master kami, dan sepeda-sepeda masih tetap bertengger di atas pickup menuju tempat yang sama.

Kayuh sepeda diawali dari tempat kediaman pak Us, berangkat sekitar pukul 07:00, menuju warung Es Tebak Bahar di simpang jalan,yang hanya berjarak sekitar 1 km dari rumah kediaman Pak Us ini. Sarapan gulai paku, pedas nikmat langsung cepat disantap oleh para pecandu sepeda, baik dari Rumbai, maupun beberapa goweser dari Payakumbuh yang dengan baik hati akan menemani bersepeda pagi ini.

Segera setelah selesai sarapan, petualangan bersepeda langsung dimulai, dengan belok kiri diperempatan simpang Es Tabak Bahar, menyusuri jalan perkotaan Payakumbuh menuju arah luar kota ke arah Gunung Sago yang tampak gagah di kejauhan. Lepas dari jalan perkotaan, tibalah di jalan-jalan perkampungan di tepi kota Payakumbuh yang asri dan teduh, yang semakin segar dan terus menambah semangat untuk mengayuh sepeda hingga memasuki daerah persawahan yang dibentengi dengan hutan-hutan pinus yang hijau di kejauhan,  yang tambah mempesona dengan latar belakang Gunung Sago yang semakin nampak jelas mengundang untuk didaki.

Dan, perjuangan mendaki mulai segera dirasa, sejauh mata mampu memandang di jalan beraspal, yang sesekali diselingi dengan jalan-jalan tanah yang berkelok-kelok, jalan terus mendaki. Satu tanjakan ditaklukkan, dibalik tikungan ternyata masih tanjakan juga yang menanti, begitu seterusnya, hingga tak terhitung lagi berapa kelokan dan berapa tanjakan yang sudah terselesaikan dalam pendakian ini. Saran teman dalam mendaki, lihat saja satu meter ke depan, jalan rata terus…..dan jangan di rem… J

Kompak Nuntun
Kompak Nuntun

Peserta gowes kali ini agak beragam, sebagian besar memang para pencinta bersepeda yang sudah cukup lama banyak melakukan kegiatan bersepeda di Rumbai dan sekitarnya, yang memang relatif sudah cukup terlatih fisiknya, namun ada sebagian juga yang baru-baru saja mulai mencintai kegiatan bersepeda ini. Dan dalam pendakian ini pun kemampuan masing-masing peserta sangat beragam, ada yang dengan enak dan nyaman mampu terus mengayuh sepeda tanpa henti karena kepiawaiannya mengatur gear dan mengatur nafas dan tenaganya, dan di lain pihak ada juga beberapa teman yang sering menuntun sepeda karena tidak mampu mengayuh mengikuti kontur jalan yang memang luar biasa tajam pendakiannya. Bahkan ada teman yang memerlukan istirahat beberapa kali untuk bisa mengatur nafas dan mengurangi heart ratenya yang sudah cukup keras berdetak-detak.

Keberagaman kemampuan inipun sangat kami nikmati, kami mengutamakan keselamatan, dan masing-masing peserta perlu merasakan dan mengukur sendiri kekuatannya, untuk terus melanjutkan perjalanan dengan irama yang tepat dan sesuai, tanpa perlu harus tergesa-gesa atau harus sama dengan yang lain. Bagi yang kuat, bisa terus mengayuh, dan sesekali menunggu teman yang masih berada di belakang, untuk kembali bersama berjalan lain. Dan beberapa teman dari PSN (Payakumbuh Sepeda Nanjak), dengan sangat sabar menemani tiap-tiap rombongan peserta dari Rumbai, baik yang berada di dengan dengan irama yang kencang, maupun rombongan di bagian paling belakang dengan irama yang jauh lebih santai. Kehadiran teman-teman dari PSN sangat menguatkan dan membuat tentram setiap anggota rombongan, semua merasa ditemani dan didampingi, sehingga tidak ada kekhawatiran untuk kehilangan arah jalan.

Selesai menaklukkan tanjakan-tanjakan panjang yang seakan tiada habisnya, kami tiba di “puncak” gunung Sago. Ini bukan puncak Gunung Sago yang sebenarnya, tapi satu puncak di pinggang Gunung Sago, yang merupakan puncak pendakian bersepeda kami hari itu. Luar biasa indah panorama di puncak kami ini,  dan udaranya amat sangat segar sehingga kami puas-puaskan menghirupnya dalam-dalam. Sejauh mata memandang di sekeliling kami, semuannya adalah keelokan alam yang asri, lembah kota Payakumbuh di kejauhan, dengan rumah-rumah, persawahan, bukit-bukit hutan pinus serta banyak gunung-gunung di kejauhan yang seperti menjaga kota Payakumbuh, mengelilingi lembah, yang memperlihatkan betapa kayanya Payakumbuh dengan segala keindahannya.

Sesi foto-foto yang disepanjang perjalan sudah banyak dilakukan, puncak kegiatan foto-foto terjadi di tempat yang paling tinggi dari perjalanan bersepeda kami. Sangat sulit untuk bisa menelantarkan pemandangan yang sangat indah ini untuk tidak mengabadikan dengan berfoto. Aneka gaya dan gerakan dilakukan sebagai ungkapan rasa gembira dan syukur atas capaian hari ini dan kebahagiaan menikmati indah karunia Illahi.

Penjelasan singkat diberikan oleh track master kita, bahwa mulai titik ini jalanan akan terus menurun dengan tajam, pastikan terus menjaga jarak iring, kelola kecepatan yang terkontrol dengan melakukan pengeremen-pengereman, dan nanti setelah memasuki jalan aspal, pastikan terus melihat jauh ke depan, dan dengan kecepatan yang relative tinggi karena jalan turunan, terus siap untuk bisa menghentikan laju sepeda, karena akan melewati kawasan pemukiman yang banyak berkeliaran hewan peliharaan, yang sering lalu lalang menyeberang jalan.

Sangat menyenangkan, setelah perjuangan luar biasa menanjak, menanjak dan menanjak dan penuh suka cita menikmati indahnya alam dari puncak Sago kita, dan berfoto-foto ria, perjalanan berlanjut dengan turunan panjang. Sangat nikmat, tidak perlu tenaga mengayuh, namun terus perlu focus melihat kondisi jalan, dan pandai-pandai untuk tekan dan lepas rem kita, agar kecepatan sepeda terus pada kondisi yang bisa kita kendalikan dengan baik.

Makan siang nasi bungkus berlauk ayam panggang dan dendeng, dinikmati di rerumputan di bawah rindangnya pohon di pinggang gunung Sago, sangat luar biasa nikmatnya sambil menikmati semilirnya angin gunung, menjadi satu pengalaman yang tak akan mudah untuk dilupakan.

Setelah makan siang, perjalanan berlanjut melewati jalanan yang terus menurun sampai menyelesaikan kegiatan bersepeda di Gunung Sago ini, kembali ke warung Pak Bahar untuk menikmati es Tebak yang nikmat.

Tiga kali sudah rombongan sepedaan dari Rumbai melakukan kegiatan di Payakumbuh bersama teman-teman dari PSN, dan menurut kami, pengalaman pertama Bersepeda di sekitar Harau yang dilakukan di bulan Desember 2011, adalah pengalaman yang paling mengesankan, dengan jalur yang relatif lebih ringan, namun dengan banyak kejutan-kejutan keindahan yang diberikan alam Payakumbuh di sepanjang perjalanan, terutama dengan keindahan tebing-tebing, sawah dan juga beberapa air terjun yang menawan.

Terima kasih Payakumbuh, terima kasih mas Gufron yang datang dari Bukittingi bergabung, terima kasih teman-teman PSN..sampai jumpa di  kesempatan berikutnya, menikmati alam indah ciptaan Tuhan yang memberi kesegaran baru .

Dokumentasi:

1. Foto-foto dari bang Fed di Facebook

2. Foto-foto mas Elson di Facebook

3. Gowes di Payakumbuh 12 Mei 2012 (video)

4. Gowes di Gunung Sago 12 Mei 2012 (video)

5. Catatan mas Akson

 

Read: 774 times.

2 Replies to “Mendaki Gunung Sago”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.