Hits: 0

Pagi tadi  dari Yogya ke Jakarta  dengan  GA 203, alkisah duduk seorang pria di sebelahku, yang pingin baca koran Kompas. Datang pramugari pertama, dan pria di sebelahku meminta ke sang pramugari, “Mbak, Minta koran Kompas”. Dan mbak pramugari yang sedang merapikan tas di atas tempat duduk penumpang, dengan tersenyum menjawan, ” Baik mas…..” Namun karena kesibukannya, tidak kunjung kembali memberikan koran Kompas yang diminta mas di sebelahku.

Lewat pramugari yang kedua yang sedang membagikan permen, dan pria disebelahku meminta ke sang pramugari, ” Mbak, Minta koran Kompas.”  Dan mbak pramugari dengan tersenyum menjawab, “Maaf mas, koran Kompas sudah habis, yang masih ada koran dalam bahasa Mandarin.. Mau mas?”. Mas disebelahku bilang tidak usah, dan mbak pramugari meneruskan membagi permen ke penumpang lain.

Lewat pramugari yang ke tiga yang lain lagi, dan pria di sebelahku meminta ke sang pramugari ketiga ini, “Mbak, Minta koran Kompas.” Dan mbak pramugari segera beranjak ke depan, mencari koran, dan membawakan koran Kompas yang diminta ke mas disebelahku, “Silakan mas, selamat membaca”. “Terima kasih mbak”, jawab mas disebelahku dengan ramah.

Tiga pramugari yang melewati proses pendidikan sama oleh Garuda, bertugas di satu pesawat yang sama memiliki cara melayani yang sungguh berbeda, yang manis mengiyakan permintaan pelanggan, namun tak mengingat, yang manis menolak dengan halus, tanpa chek ada enggak koran yang diminta, langsung aja bilang nggak ada, dan masih memberi solusi basa-basi dengan menawarkan koran Mandarin, dan yang dengan sigap berusaha memenuhi permintaan pelanggan dengan mencarikan koran Kompas yang diminta.

Semangat memberi, melanyani memang tidak bisa diselesaikan dengan pendidikan, namun perlu dihayati dan diberangkatkan niat dari hati, untuk membuat pelanggan gembira dengan memenuhi keinginan pelanggan, bahkan kalau bisa memberikan lebih…..

Mana yang ingin kutiru dari ketiga pramugari tersebut? Selain tentunya meniru mas sebelahku yang sabar, terus berusaha tanpa harus ribut dan meributkan kelemahan orang lain…Just do it, things inside my circle of influence.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.