Hits: 1

Kita hidup sebagai manusia yang berkegiatan, bergerak, berbicara dan berhubungan serta berinteraksi dengan orang lain. Dalam segala kegiatan keseharian, sangat gampang kita menerima kritik. Kritik bisa datang dari manapun, teman, saudara, rekan sekerja, atasan bahkan orang asing.

Kritik hanya bisa dihindari dengan cara kita diam tanpa bicara, diam tanpa bertindak apapun dan diam tanpa menjadi apapun dan siapapun juga setiap saat.

 

Sebagian dari kita masih sulit menerima kritik dengan senang hati, karena:

• takut ditolak orang lain

• takut kelihatan bodoh

• takut kelihatan kejelekan kita

• sakit hati mengapa orang lain hanya melihat kejelekan kita, bukan kebaikan kita

Apapun yang kita lakukan, kita sama sekali tidak bisa melakukan kontrol terhadap kritik yang datang ke diri kita. Kritik akan tetap datang, apapun yang kita lakukan. Apa yang bisa kita lakukan?

• belajar untuk selalu mengharapkan kritik. Kritik akan selalu ada sebagai bagian dari hidup. Jika kita selalu mengharapkan kehadiran kritik, kita akan selalu siap dan bisa mengkontrol diri saat kritik hadir

• belajar untuk mengenali, menerima dan menyambut kritik yang membangun. Ada 2 macam kritik: membangun dan menghancurkan. Kita sebaiknya menyambut kritik yang membangun sebagai sesuatu yang menolong kita. Bagaimana dengan kritik yang merusak? Tak ada gunanya kita memikirkannya. Abaikan saja (Kadang-kadang kritik yang merusak,sebenarnya adalah kritik yang bisa membangun juga, yang dikeluarkan oleh orang yang sulit melontarkan kritik membangun dengan cara yang baik…kita perlu mendengarkan dengan hati-hati informasi yang tersirat

• jangan pernah membiarkan kritik berakibat buruk pada pikiran dan kegiatan anda. Apapun yang anda pikirkan tentang diri anda, selalu lebih penting dari pada pendapat orang lain. Selalu ingat..apapun yang orang lain katakan, bahkan dari orang yang paling dekat dengan anda dan orang yang paling anda cintai, itu hanya pendapat. Keputusan dan pilihan ada pada diri anda sendiri. Jika anda memerlukan pendapat orang lain untuk merasa diri anda baik, berarti anda membiarkan orang lain mengkontrol anda. Anda bisa memberikan lebih banyak ke orang lain, berbuat kebaikan ke orang lain, jika anda merasa diri anda baik. Kontrol ada pada diri anda.

Kemerdekaan adalah suatu anugerah pribadi sebagai kebebasan yang Tuhan berikan kepada kita untuk mengolah dan menjawab apapun yang masuk ke dalam diri kita. Kemerdekaan sudah kita terima sejak lahir. Kita tinggal menggunakannya dengan benar dan kita akan selalu dekat dengan Tuhan.

0 Replies to “Merubah kritik menjadi sarana untuk belajar”

  1. Memang semua orang bisa dan boleh meng-kritik, maka kita harus bisa mengelola kritik dengan baik sehingga kita tidak perlu stress dalam menghadapi kritik…. Jadikanlah kritik sebagai vitamin yang membuat kita lebih tegar dan entuhisias untuk menyongsong masa depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.