Nama Jatipohon baru pertama saya dengar beberapa waktu yang lalu, ketika wacana Gowes Yogya-Pati mulai disuarakan, untuk memperingati hari ulang tahun Bang Yos sahabat kami. Informasi yang kami terima, jalur dari Yogya sampai Pati akan datar-datar saja, kecuali di satu lokasi yang bernama Jatipohon dengan tanjakan dan turunan yang tajam.

Dari strava route, saya berusaha melihat situasinya, ternyata tidak bisa didapatkan gambaran yang jelas  tentang kontur di lokasi itu. Kemungkinan belum banyak pengguna Strava yang melalui daerah itu. Baru setelah menapaki sendiri Jatipohon itu dengan sepeda, saya baru bisa melihat dan merasakan ketajaman dakian dan turunannya yang sangat menantang.

jatipohonSiang sekitar jam 2, setelah gowes dari pagi sejauh 130an km, tibalah kami di satu tempat yang disebut Jatipohon. Jatipohon ini berlokasi di kabupaten Grobogan, sekitar 10 km dari kota Purwodadi ke arah Pati. Awal tanjakan dimulai dari elevasi sekitar 34m di atas permukaan muka laut, menanjak sedikit-sedikit, sampai kemudian mulai tiba pada tanjakan tajam pada elevasi 73 m diatas permukaan laut sejauh sekitar 3 km sampai ke puncak tertinggi Jatipohon. Dan dari posisi ini jalan terus tajam menanjak sampai dipuncaknya pada elevasi 352m di atas permukaan laut sejauh sekitar 3.5 km. Ada beberapa tanjakan yang tajam, dengan grade 10.7%, 13%, 14.4% dan 19.5%, yang terlalu ekstrem bagi saya, dan di beberapa lokasi saya memilih untuk berhenti beristirahat dan bahkan memilih menuntun sepeda.

Jadi hanya sekitar 3.5 km saja jauhnya untuk menanjak setinggi hampir 300 meter.

Kumpulan foto-foto lain bisa dilihat di sini.

Setelah puncak tanjakan, acara tuntun menuntun bagi saya belum selesai. Pada beberapa turunan tajam saya kembali memilih menuntun, meskipun teman-teman lain seperjalanan dengan sangat gembira menikmati turunan-turunan tersebut. Ada banyak turunan tajam termasuk turunan dengan grade 24.7%.

Jalanan di Jatipohon di beberapa spot agak ramai sebagai jalan utama yang menghubungkan Purwodadi dan Pati. Banyak mobil. Saat kami melalui Jatipohon pada hari Sabtu, 8 Oktober 2016, kami sangat beruntung karena hari hujan, dan tidak panas sama sekali. Saya membayangkan kalau hari panas, tentu akan lebih melet-melet lagi.

Target saya untuk tetap berada dekat sepeda, baik naik sepeda maupun nuntun tercapat, tanpa harus loading di atas pickup. Bagi saya, pickup loading  yang kadang berhenti di pinggir jalan di depan saya, seperti ice cream yang ngawe-awe minta dinikmati di hari yang panas. Sangat menggiurkan, namun sudah saya tetapkan hati untuk menghindarinya. Aku ingin menjadi pemenang dengan menjalani perjalanan sepenuhnya. Berjuang bersama, aku bisa.

 

 

Read: 149 times.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.