Hits: 0

“Sembilan  belas tahun saya sudah menjadi loper koran. Jaman dulu, waktu saya memulai menjadi loper koran, hanya jualan di jalan-jalan saja, sudah sangat enak. Banyak banget yang antri membeli dan ketika saya belum datang saja,  sudah ditunggu-tunggu. Lha sekarang, sedikit pelanggan yang mau membeli koran saya. Orang baca koran di google! Ya sudah, saya GO-JEK saja, lha GO-OGLE saya nggak bisa”,  kata pak Johari salah satu pengemudi GO-JEK kenalanku.

pengemudi-gojek-di-sekitar-kita
pengemudi-gojek-di-sekitar-kita

Dan dengan semangat, pak Johari terus bercerita, “Sebelum saya masuk GO-JEK, setiap pagi saya menjadi loper koran, mengantar koran sampai selesai, dan setelah itu saya ke pangkalan, ngojek. Nah, kalau sekarang, sejak pagi saya bisa menjadi loper koran, mengantar koran, sekalian ngojek kalau ada orderan jarak dekat di HP GO-JEK saya. Seperti pagi ini, bapak pesan di GO-JEK, ya saya ambil dulu sambil bawa koran”. Sepanjang perjalanan pak Johari semangat bercerita pengalamannya di GO-JEK.

Setiap kali saya naik GO-JEK, setiap kali itu pula saya merasakan semangat antusiasnya para pengemudi GO-JEK semangat bercerita kisahnya. Sebagian besar mereka mengatakan bahwa lebih dari 50% omsetnya adalah bukan memboncengkan orang, tapi jasa layanan yang lain terutama membeli makanan atau di GO-JEK disebut GOFOOD di sore hari. Macam-macam orderan untuk membelikan makanan datang.

Bukan hanya membelikan makanan, tapi banyak juga mengambilkan obat di apotik, mengirim barang dari satu tempat ke tempat lain maupun belanja keperluan sehari-hari. Itulah demand baru yang menaikkan omset para pengemudi GO-JEK.

Keuntungan GO-JEK bagi tukang ojek yang bergabung ke GO-JEK:

  1. Tidak perlu harus putar-putar atau di  pangkalan ojek untuk mendapat pelanggan: Kegiatan tradisional tukang ojek adalah menunggu di panggalan, biasanya di panggalan di tulisi PANGKALAN OJEK, dan berkumpul beberapa tukang ojek. Atau kalau belum punya pangkalan, biasanya tukang ojek berputar-putar mencari penumpang. Hal ini sudah tidak perlu dilakukan lagi oleh tukang ojeknya GO-JEK. Bisa duduk menunggu dimanapun juga, bahkan sambil beraktifitas yang lain, baik pekerjaan lain maupun dengan keluarga sambil memonitor HPnya
  2. Tidak perlu berebut pelanggan secara fisik: Cukup berebut, adu cepat memonitor HP dan memencet tombol untuk bisa mendapatkan calon penumpang yang secara fisikpun belum dilihatnya, namun dengan mudah dicarinya, karena  terpampang di peta aplikasi GO-JEK di HPNya

    gambar-6-nama-driver-dan-nomor-telpon
    gambar-6-nama-driver-dan-nomor-telpon
  3. Mendapatkan pelatihan ketrampilan baru (safety ride dan menggunakan aplikasi di HP): Dari para tukang ojek GO-JEK mereka selalu bercerita tentang pelatihan ketrampilan baru yang mereka terima yang membuat mereka bisa lebih siap dan lebih baik untuk melakukan tugas sebagai tukang ojek di GO-JEK dengan baik.
  4. Bisa mendapatkan peluang jasa layanan baru selain mengantar penumpang: Menciptakan demand baru bagi tukang ojek secara sistem, ini adalah lompatan luar biasa yang menguntungkan semua pihak, baik pengemudi ojek, pelanggan dan perusahaan pengelola. Perubahan luar biasa, dari hanya memboncengkan penumpang menjadi penolong pembeli makanan, pembeli barang, pengantar barang…luar biasa..
  5. Memanfaatkan jaringan yang luas dan rapi dari system Go-JEK: JIka tukang ojek tradisional lebih mengandalkan jaringan fisik, orang-orang yang sudah dikenalnya dan orang-orang yang kebetulan berada di dekatnya untuk dijadikan pelanggan, dengan GO-JEK, dengan sistem yang berbasis teknologi informasi, setiap tukang ojek di GO-JEK memperluas jaringannya secara virtual untuk mendapatkan pelanggan secara fisik….luar biasa
  6. Tetap bisa bekerja secara independent: Bekerja sebagai tukang di GO-JEK masih tetap mempertahakan kebebasannya bekerja, tanpa secara fisik merasa menjadi seorang pegawai yang memiliki atasan atau aturan-aturan yang terlalu mengikat. Tukang ojek di GO-JEK masih tetap bisa bekerja secara independent, bahkan lebih mudah lagi bekerja sampingan lain sambil memonitor calon pelanggan.
  7. Bisa melakukan kegiatan pribadi yang lain dalam menunggu pelanggan: Dengan sistem teknologi informasi yang berada di genggamannya dalam wujud HP, tukang ojek GO-JEK bisa mendapatkan pelanggan dalam kondisi melakukan kegiatan fisik apapun juga, termasuk sambil melakukan pekerjaan pribadi di rumahnya sendiri.
  8. Bisa mendapatkan penghasilan harian baik dengan cash maupun Gojekcredit: Dalam melakukan permbayaran, pelanggan bisa langsung membayar cash ke pengemudi ojek GO-JEK, atau langsung dipotong dari depositnya di GO-JEK creadit, dan tukang ojek yang mendapatkan pembayaran lewat GO-JEK credit sewaktu-waktu bisa menarik uangnya lewat ATM
  9. Mendapatkan kemudahan-kemudahan di awal gabung GO-JEK: Para pengemudi GO-JEK yang saya tumpangi, ketika saya tanya bagaimana cara masuk GO-JEK, keterangannya selalu sama, dan saya anggap informasinya valid. Kata mereka, syarat masuk GO-JEK gampang dan standard….punya motor, fotocopy KTP/SIM, KK, STNK dan meninggalkan jaminan untuk disimpan GOJEK. Bisa milih ijasah, BPKB, KK, Akte kelahiran atau Surat nikah ..asli yaaa….. Dan begitu gabung, mendapat fasilitas-fasilitas: dua helm, dua jaket, pulsa Rp. 50,000, rekening Go-JEK Rp. 100,000, masker dan penutup kepala, serta asuransi kecelakaan..uenak banget pak..kata mereka. Satu lagi, diberi HP yang perlu dicicil Rp. 50,000/minggu selama 14 minggu.
  10. Tidak perlu tawar menawar dengan pelanggan: Transaksi antara tukang ojek GO-JEK dan pelanggan, langsung saja, semua tarif sudah ditentukan di awal…nikmat bagi kedua belah pihak.

“Nih pak, saya tunjukin deposit GO-JEK saya….sudah lebih dari satu juta rupiah pak….belum saya ambil”, kata seorang pengemudi GO-JEK yang saya naiki dengan bangga kepada saya. Luar biasa. Senang melihat seorang yang penuh syukur dan bersemangat memaknai hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.