Hits: 0

Saat kami berdua duduk di kursi nomor 2A dan 2 B, dan duduk di kursi nomor 2 juga di seberang kami, dua orang, yang nampaknya bersaudara, di kursi tengah dan kursi dekat jendela. Sesaat kemudian duduk di kursi yang tersisa di seberang kami, di nomor dua, seorang ibu menggendong seorang anak kecil. Ibu ini duduk dengan baik sambil memangku anaknya. Nampaknya biasa-biasa saja, dan normal-normal saja, sebelum datang seorang petugas dari perusahaan penerbangan yang menerangkan sesuatu, yang saya kurang pasti benar apa yang dikatakannya. Hanya saya melihat sang petugas menerangkan, bukan saja ke ibu yang menggendong anaknya tapi berbicara dengan ketiga penumpang di seberang kami, sambil tangannya memperagakan posisi pesawat sedang naik, dan posisi pesawat turun.

Hasilnya sungguh mengagetkan kami berdua, sang anak yang tadinya berada dipangkuan ibundanya, beralih  ke pangkuan penumpang lain yang duduk di tengah. Dugaan saya, petugas dari perusahaan penerbangan tadi menjelaskan bahwa saat pesawat tinggal landas, dan pesawat akan mendarat, sang anak tidak boleh di pangkuan penumpang yang duduk di kursi pinggir dekat gang.

Kami berdua berdiskusi melihat situasi itu, koq aneh, mosok anak dititipkan ke orang lain sementara ibundanya berada di tempat saat di dalam pesawat. Beruntung sang anak lumayan anteng dan tidak rewel. Siapa dan apa yang salah disini? Apakah ibundanya yang salah, atau petugas dari maskapai penerbangannya yang salah. Menurut kami mereka semua tidak salah, sang ibunda tidak mengetahui aturan bahwa menggendong anak kecil tidak boleh duduk di pinggir, sang petugas dari maskapai penerbangan juga tidak salah, karena menerapkan aturan keselamatan yang sudah ditetapkan.

Menurut saya aturan yang ditetapkan maskapai penerbangan sangat bagus, dimana berusaha mengurangi resiko anak terpental jika duduk di kursi dekat lorong, dan petugas maskapai penerbangan di pesawat juga sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik untuk menerapkan standard keselamatan penerbangan yang sudah ditetapkan.

Sistem yang bagus, aturan yang baik memerlukan peneraman yang komprehensive di keseluruhan proses,dan dari diskusi kami berdua, bayangan kami kelemahan dari sistem ini kemungkinan ada di dua titik:

  • kemungkinan pertama: jika ibu ini saat membeli tiket, termasuk memilih tempat duduk, seharusnya saat memilih nomor kursi yang berada di gang, akan ditolak oleh sistem komputernya, jika sang ibu mendaftarkan juga akan membawa anak kecil yang akan dipangku
  • kemungkinan kedua: jika ibu ini saat membeli tiket tidak memilih tempat duduk, dan tempat duduk diberikan oleh petugas saat check ini, maka seharusnya petugas checkin tidak memberikan tempat duduk di kursi sebelah lorong jalan, jika melihat ibu ini akan membawa anak kecil yang akan dipangku

Pelajaran bagus untuk memikirkan segala sesuatunya secara komprehensive dan utuh, untuk bisa menjamin terlaksananya sistem aturan dengan baik dan benar, serta memberikan kenyamanan bagi semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.