Hits: 0

Sesuai rencana, pagi tadi bangun pagi jam 03:45, melakukan  persiapan rutin  di pagi hari, kecuali makan pagi, dan jam 04:10 mulai keluar rumah menuju ke rumah mas Herman, jalanan masih sepi, dan sampai di rumah mas Herman tepat waktu sekitar jam 04:30. Karena ancer-ancer dari mas Herman sangat jelas, maka gampang juga mencari rumah mas Herman, meskipun belum pernah main. Mas Herman baik banget, sepeda putrinya yang mau dipinjamkan ke aku sudah siap,  sudah dipompa pas, lengkap dengan helm sepedanya, tinggal dicengklaki.

Mas Herman, mas Untung dan mas Agus

Sekitar jam lima pagi, mulailah perjalanan, keluar dari halaman rumah mas Herman, menjemput teman lain,  mas Untung dan mas Agus, dan mulailah perjalanan menyepeda di pagi hari di saat libur perayaan hari Isra Miraj.

Perjalanan mengarah ke Timur, melewati UNS, Jurug, menyeberang jembatan Bengawan Solo, melintasi Palur, melalui Jaten, daerahnya pak Wandi, dan terus melaju, sampai kira-kira 45 menit perjalanan sampai di depan kantor Bupati Karang Anyar, dan beristirahat sejenak kira-kira 15 menit. “Ini baru pemanasan mas…”, kata mas Herman. Waduh..padahal nafas sudah terasa terengah-engah, baru pemanasan….

Suasana di Karanganyar lumayan rame dengan para penyepeda dalam rombongan-rombongan kecil tiga atau empat orang, sangat menyenangkan melihat perkembangan komunitas penggemar olah raga sepeda di Solo.

Perjalanan dilanjutkan, tetap ke arah Timur menuju arah Matesih. Di sepanjang perjalanan di jalanan desa-desa, melewati sawah-sawah, udara sangat sejuk, dan matahari mulai memperlihatkan dirinya. Dan warung-warung makanan sudah mulai membuka pintunya, dan kadang aroma Soto ndeso, mengingatkan sarapan wajib waktu kecil…soto kombor…., soto daging yang bening, dengan daging yang entah ada entah enggak,  dan dominan kecambah..

Jalanan terus menanjak sejak awal perjalanan sampai kira-kira satu setengah jam perjalanan. Dan ketika jalanan mulai menurun, dan kecepatan sepeda mejadi kenceng, dan angin terasa dingin,  koq badanku terasa  amat dingin, perut agak mual, dan mata agak kurang tajam melihat…tambah lagi kaki agak terasa kram. Meski agak malu, tetap saja bilang, saya stop dulu mas….Dan duduk-duduk beberapa saat di “buk” di tepi jalan. Mas Agus, mas Untung dan mas Herman berhenti juga, dan ngobrol-ngobrol sejenak……Bayanganku, ini gara-gara perut kosong, makanan terakhir yang masuk ke perutku ternyata kemarin siang, karena malam nggak makan, dan pagi tadi belum sarapan.

Perasaan lega ketika mas Untung dan mas Agus memberi tahu, bahwa tempat makan dan minum sudah dekat, dan jalanan turun terus, hanya ada sedikit tanjakan tepat sebelum tempat makan. Dan benar, perjalanan diteruskan, nyaman, terus menurun dan akhirnya tiba di warung tempat minum dan makan di daerah Polokarto kabupaten Sukoharjo, sesudah melalui tanjakan kecil terakhir. Ada beberapa penyepeda juga yang sedang istirahat. Teh manisnya benar-benar uenak..panas dan manisnya pas….Habis dua gelas plus nasi pecal…Cuma aku sendiri yang makan, yang lain masih menunda sarapan.

Karet Perjalanan berlanjut melalui hutan karet, sempat berhenti sebentar buat ritual, buang air kecil dan foto-foto. Jawa memang hebat, sampai ke pelosok-pelosok desa, pelosok hutan karet, jalanan sudah aspal semua dan lumayan mulus. Perjalanan di Polokarto berlanjut sampai berhenti di rumah makan sup buntut..bagi teman yang lain ini makan pagi, bagiku sudah makan pagi ke dua…..

Setelah selesai makan, perjalanan berlanjut melalui jalan-jalan yang sepi, jalan-jalan tembus melewati persawahan, sampai akhirnya tembus di sebelah Timur Jembatan Sungai Bengawan Solo, dan tinggal lurus melalui jalan Ir. Sutami, kembali ke rumah mas Herman.

Luar biasa, total perjalanan menempuh jarak 53.54 km, seingatku ini pencapaian baru dalam hal jarak tempuh. Biasanya hanya sekitar 20-40 km-an, dan dari parameter waktu, lumayan juga, hampir 5 jam…mulai jam lima pagi sampai jam 10 pagi….

Pelajaran dari nyepedah hari ini:

  • kalau memang niat ingin melakukan sesuatu, hal yang kelihatannya sulit (bangun pagi-pagi, nyepeda jarak sejauh itu, dalam waktu selama itu), bisa dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan
  • Latihan selama ini sangat membantu ketahanan fisik dan mental untuk melaksanakan kegiatan yang lebih menantang.
  • Banyak orang-orang baik yang belum pernah kita kenal yang disediakan Tuhan untuk membantu kita dimanapun kita berada. Dan semoga kitapun bisa menjadi orang-orang yang bisa membantu dan menyenangkan orang lain.

Data lengkap perjala nan terekam di Endomondo dapat di click disini.

Pengalaman yang menyenangkan…Terima kasih mas Herman, mas Untung dan mas Agus..semoga lain kali bisa gabung lagi.

Solo, Karanganyar, Sukoharjo by pvadi2000@gmail.com at Garmin Connect – Details.

0 Replies to “Nyepeda di Solo”

  1. wuihhh….muantabbss… bener bener pengin nyobain route, pecel dan soup buntutnya serta tantangannya, wajib di test saat pulang stlh lebaran

  2. Kabari kalau mau sepedaan di Solo mas,dan kalau kersa, kukenalkan ke teman-teman di Solo yang baik-baik,dan saya yakin mereka akan senang sepedaan bareng mas Agus di Solo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.