Terus obah meskipun di rumah. Selalu ada pilihan di setiap siatuasi. Saat pandemi seperti saat ini, tetaplah berfikir untuk bisa memilih. Teman-teman sepedaan ada yang memilih stop berhenti bersepeda. Ada yang tetap bersepeda di luar dengan protokol yang lebih ketat. Ada yang pindah ke jogging di sekitar rumah. Salah satu pilihan yang sedang saya lakukan adalah sepedaan di rumah. Saya baru memulai sekitar 2-3 minggu yang lalu. Dengan sepeda statis konvensional. Non smart. Ternyata membuka banyak pilihan baru yang menyenangkan. Terutama adanya zwift, aplikasi bersepeda yang luar biasa mengagumkan. Bikin tambah rajin sepedaan.

 

Awal mula pandemi, saya masih bersepeda di luar rumah. Setelah melakukan assessment pribadi berdasar masukan teman-teman dan baca-baca informasi di Internet. Banyak info. Perlu mikir sesuai nalar sendiri.

Dari hasil assessment memang masih bisa bersepeda di luar. Namun karena protokolnya ribet. Ketika ada teman menawari ergo buat sepedaan di rumah. Langsung saya ambil.

Bersepeda di Rumah
  1. Menggunakan ergo, sepeda statis buat sepedaan saja tanpa mendapatkan informasi apapun.

Tanpa perlu ada tambahan alat apapun juga, langsung genjot. Tapi memang tidak ada indikator apapun juga yaaa, tidak ada pengukur kecepatan, tidak ada pengukur jarak. Kalau sasarannya untuk tetap obah, berkeringat. Sudah cukup. Tinggal memakai jam tangan sendiri untuk mengukur waktu, berapa lama akan bersepeda. Bisa juga tambah musik untuk menambah hiburan.

2. Menggunakan ergo, sepeda statis buat sepedaan dengan mendapatkan informasi kecepatan dan jarak

Untuk bisa memantau kecepatan dan jarak, saya memasang speed sensor di ergo. Kebetulan di rumah ada speed sensor Garmin. Tinggal pasang dan bisa monitor kecepatan dan jarak tempuh.

 

3. Menggunakan ergo, sepeda statis buat sepedaan di rumah dan terhubung ke zwift memadukan kesenangan permainan video dengan intensitas latihan.

Nah, ini yang menarik. Zwift seperti membawa sepedaan nyata ke permainan video. Banyak banget  hal-hal menyenangkan yang membuat tambah rajin sepedaan dari rumah.

Minimal requirementnya sangat minimal.Meskipun tidak terlalu akurat kalau minimalis yaaa. Syarat minimal yang saya coba persis seperti kondisi no. 2 di atas. Hanya sensor kecepatannya dihubungkan ke zwift. Saya hubungkan ke zwift dengan HP Samsung. Kebetulan sensor kecepatan yang ada protokolnya ANT+ dan pas juga Samsung A70 bisa bicara ANT+ juga.

Prinsipnya :

  • Install software ZWIFT di unit HP/PC/notebook yang akan digunakan. Untuk test di 25 km pertama masih gratis, sesudah itu perlu bayar Rp. 200.000/bulan dengan gratis di 7 hari pertama.
  • sensor kecepatan yang dipasang di sepeda harus bisa komunikasi ke Zwift yang bisa dipasang di PC/notebook/HP tersebut. Protokol komunikasinya bluetooth atau ANT+ tergantung sensornya

Nah, dengan hanya memasang sensor kecepatan tersebut, saya sudah bisa menikmati Zwift. Zwift akan memberikan informasi kecepatan dan power (watt).

Yang perlu diperhatkan : kecepatan yang muncul di Zwift usahakan wajar sesuai kenyataan. Di Zwift ada pilihan-pilihan ukuran roda yang bisa digunakan untuk “kalibrasi”.

Jika ingin data yang lebih akurat, bisa ditambah membeli sensor cadence dan dipasang di pedal sepeda statis serta di hubungkan juga ke Zwift. Ini saya belum sempat coba. Sudah berkali-kali pesan lewat bukalapak dan shopee…PHP semua..bilang ada, tapi barang nggak ada.

Selamat mencoba dan terus obah meski ning omah. (Lagi pingin smart trainer supaya lebih josss….sulit banget carinya di kondisi pandemi ini.).

 

 

Read: 146 times.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.