Kami senang menikmati gowes di tempat yang sejuk, jalan sepi dan nanjak-nanjak. Kami gowes dengan santai, sabar, pelan-pelan, termasuk menuntun sepeda ketika tidak kuat lagi untuk mengayuh dari atas sadel sepeda.

Bagi pecinta gowes seperti gaya kami itu, gowes ke Candi Cetho menjadi salah satu pilihan yang menyenangkan, terutama di 6 km terakhir yang memiliki beda elevasi sekitar 500 meter. Tantangan yang asyik. Kalau saya ya pakai banyak menuntun sepeda juga.

Kami berangkat dari Yogya dalam dua kelompok. Satu kelompok berangkat Jum’at sore dan menginap di Tasikmadu di rumah keluarga dr. Bhirowo. Dan satu kelompok lain berangkat dari Yogya Sabtu pagi, 1 Agustus 2020 jam 4. Naik mobil ke Karanganyar.

Perjalanan  bersepeda dimulai  dari Karanganyar. Pilihannya lewat jalan raya Karanganyar-Karangpandan-Kemuning, atau lewat Karanganyar-Mojogedang-Kemuning. Kami memilih melewati jalur yang lebih sepi yaitu Karanganyar-Mojogedang-Kemuning.

Google Photo

Gowes dari Karanganyar ke Mojogedang sejauh hampir 13 km melewati jalur rolling-rolling yang menyenangkan, termasuk melewati hutan karet. Jalanan masih sepi dan sejuk. Ketinggian dari lokasi start (+170 mdpl) dan Mojosongo (+340 mdpl). Tidak lupa foto-foto di tugu Modogedang di pertigaan depan pasar.

Etape berikutnya dari Mojogedang menuju ke Kemuning sejauh sekitar 32 km dengan beda elevasi yang lumayan asyik. Elevasi di Kemuning (+890 mdpl). Jalur relatif sepi dengan tanjakan-tanjakan yang semuanya masih bersahabat untuk terus dikayuh dari atas sadel. Meskipun pelan-pelan yaaaa…

Rute ini melawati desa-desa dan juga hutan karet yang bagus juga untuk istirahat sejenak sambil foto-foto. Pemandangan persawahan akan lebih cantik ketika musim penghujan ketika tanaman padi subur menguning.

Kemuning adalah lokasi kebun teh yang luas sebagai salah satu tujuan wisata yang ramai. Banyak teman makan dan minum di Kemuning. Termasuk Ndoro Dongker.

Pemberhentian kami adalah di persimpangan jalan yang lurus terus menuju ke Ndoro Donger dan yang belik kiri jalan menuju Candi Cetho.

Nah, etappe terakhir ini yang paling seru. Jarak hanya sekitar 6 km, namun dengan beda elevasi sekitar 500 meter. Elevasi Candi Cetho adalah +1496 mdpl. Candi Cetho yang merupakan Candi Hindu, berada di Dusun Cetho,  Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Di lereng Gunung Lawu.

Kami berangkat dari pertigaan ini sama-sama, namun segera pating plencar. Yang bisa kenceng, terus mengayuh duluan. Yang senang foto-foto, banyak berhenti foto-foto di perjalanan. Yang seneng nuntun, beberapa kali turun dari sepeda dan menuntun. Nah saya berada di kelompok ini. Bagi saya ada beberapa spot yang lebih nyaman saya tuntun sepedanya.

Google Photo

Sekitar 500m terakhir dari lokasi Candi Cetho, ini benar-benar tanjakan yang 100% saya lalui dengan menuntun sepeda. Dengan 3 atau 4 kelokan terakhir yang tajam.

Hari itu Candi Cetho sudah ramai dengan wisatawan. Banyak mobil diparkir dan penumpang yang memenuhi area sekitar candi.

Selamat gowes. Menikmati keindahan alam dan karya-karya bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Dan tentu menikmati pis kopyor dan ngeteh.ngopi di Ndoro Dongker.

Terima kasih untuk teman-teman Gowes : dr. Bhirowo, mas Joko Sumiyanto, Dimas, mas Anas, mas Sapto, mas Kusedi, bang Yos, dr. Hari, mas Luddy dan mas Indul. Dan terima kasih juga untuk pengawalan dan foto-foto dari drg. Mayu, dr. Iyo dan dr. Gesit.

 

Read: 67 times.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.