Menikmati Candi di Yogya Bagian Timur dengan Sepeda

Minggu pagi, 27 Desember 2015, sembilan orang telah janjian untuk bertemu untuk Gowes santai menikmati candi di Yogya bagian Timur. Jam lima pagi lebih sedikit mas Yoseph sudah datang menjemput, dan langsung ngontel menyusur selokan menuju tempat kumpul di pertemuan Ring Road Timur dan Selokan Mataram.

Tiba di Ringroad, mas Indul dan mbak Noer sudah menunggu, dan sebentar kemudian tiba berturut-turut bang Yos, pak Djoko Luk dan dr.Hariyana dan putranya. Ditambah di perjalanan menyusul mas Bayu.

Beranjak dari Ringroad, langsung menuju sasaran sarapan soto Bathok yang berlokasi tepat di sisi Utara candi Sambi Sari. Perjalanan menuju lokasi sarapan ditempuh dengan menyusuri Selokan Mataram, dan masuk-masuk ke perkampungan, pedesaan dan persawahan di Yogya bagian Timur menuju ke candi Sambi Sari, dan terus mengitari candi menuju sisi Utara.

jalur-epic-endurance-yogya-timur
jalur-epic-endurance-yogya-timur

Pagi tadi soto bathok sudah rame dengan pengunjung, dan sarapan langsung dimulai dengan menu nasi soto dan tempe serta krupuk.

 

Segera sehabis sarapan, kami menuju sasaran pertama, candi Sambi Sari. Berbeda dengan candi-candi lain di sekitarnya, lokasi candi Sambi Sari yang berada di sisi Utara Selokan Mataram, puncak candi kira-kira selevel dengan permukaan tanah di sekitarnya, jadi badang candi berada di kedalaman, atau berada di daerah galian. Area candi cukup bersih, rapi dan tertata. Kami berfoto-foto, baik di sekitar area candi maupun di dalam candi.

Perjalanan selanjutnya kembali melewati pedesaan dengan jalan-jalan yang sudah diaspal atau di beton, untuk menuju ke Candi Sari yang merupakan satu candi tunggal yang beradai di tengah pemukiman.

Candi Sari
Candi Sari

Tujuan selanjutnya adalah Candi Plaosan yang berada di Timur candi Sewu, atau Timur Laut candi Prambanan. Kami berjalan mengitari pagar candi Prambanan dan candi Sewu. Candi Sewu yang berada di sisi Utara dari lokasi Candi Prambanan hanya kami lewati dari luar pagai. Ciri khas candi Sewu adalah jumlah candinya yang sangat banyak, termasuk tumpukan-tumpukan batu yang hanya teronggok di bawah yang berlum tersusun.

Setiba di Lokasi Candi Plaosan, kami langsung menikmatinya dari sisi Timur. Jika beerapa waktuyang lalu kami ke tempat ini, disisi Timur candi Plaosan dihiasi tanaman padi yang menguning, pagi ini area tanaman padi tersebut penuh dengan tanaman cabe. Mingkin memang seperti itu siklus pemanfaatan tanahnya.

Candi Plaosan
Candi Plaosan

Hari masih pagi, dan kami melanjutkan perjalanan ke arah Selatan, menyeberang jalan raya Solo-Yogya tepat melewati stasiun kereta api Prambanan, dan tak berapa lama kami tiba kembali di situs candi yang belum pernah saya datangi, Candi Sojiwan namanya. Tidak terasa, hanya dalam waktu beberapa menit, kami sudah menikmati enam buah candi, candi Sambisari, candi Sari, candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Plaosan dan kini Candi Sojiwan.

Nah, selpeninggal candi Sojiwan, kami melalui hamparan sawah yang luas dengan latar belakang Bukit Boko, bener nggak namanya yaaa..yang jelas Candi Boko ada di bukit tersebut. Pemandangan di tempat ini sangat indah, dan kami menyempatkan berfoto dengan latar belakang gambar sawah dan bukit sebagai bentengnya.

hamparan-sawan-dilatar-belakangi-bukit-boko
hamparan-sawah-dilatar-belakangi-bukit-boko

Mas Bayu yang memandu perjalanan hari ini, menawari untuk menikmati Candi Boko dari arah belakang. jalannya lebih menanjak mendaki bukit tersebut. Sanggup? Semua menjawab siap, dan mulailah pendakian yang menyenangkan. Merayapi tepian bukit, melingkar menanjak, dan sesekali di sisi-sisi yang pas, kami bisa menikmati pemandangan ke bawah, termasuk melihat candi Prambanan di kejauhan. Nggak bosen-bosen melihatnya.

 

Setelah menikmati Candi Boko dari arah belakang, kami sedikit kembali ke simpang jalan di atas bukit menuju ke Candi Barong Hebat benar saudara-saudara kita masa lalu, berdedikasi tinggi membuat tempat ibdah, candi-candi di lokasi ketinggian, yang untuk saat ini saja lumayan perlu perjuangan untuk mencapai lokasinya.

pendakian-pertama-bukit-boko
pendakian-pertama-bukit-boko
Epic Endurance
Epic Endurance

Nah, tantangan selanjutnya dari mas Bayu adalah jalan pulang. Ada dua pilihan, balik melalui jalan normal, atau terus maju ke depan ke arah Candi Ijo. Jalan ke depan ke arah candi Ijo akan banyak naik turun, dan iming-imingnya pemandangan yang indah….dan rombongan sepakat milih lanjut ke depan….Dan benar, jalan memang menyenangkan, naik-naik-naik dan kadang turun sedikit :). Namun pemandangannya, luar biasa indah…jalan yang berliku, sawah yang terhampar luas, dan pemandangan di kejauhan di arah bawah yang indah.

Dariketinggia, kami bisa melihat Candi Barong yang barusan kami tinggalkan, melihat sendang, sawah, dan di kejauhan kami bisa melihat bangunan-bangunan tinggi, namun kurang jelas itu bangunan apa :). Sangat direkomendasikan untuk pecinta tanjakan untuk mencoba jalur ini dengan menggunakan MTB.

Pagi itu kami tidak sempat menikmati bukit breksi maupun Candi Ijo, meskipun sudah sangat dekat jaraknya, kami memilih untuk mengikuti jalan aspal yang turun menuju jalan raya Prambanan-Piyungan.

Perjalanan yang menyenangkan hari itu, dari rencana awal gowes santai-santai menikmati Candi, ternyata menjadi gowes Candi plus gowes Heroik di bukit yang indah.

Jogja memang beda..

Read: 109 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: