Gowes Hari Bakti PU 70 Bandung Jakarta

12316249_10153720109890782_773247150618289171_nHari masih gelap, lebih dari dua ratus goweser berkumpul penuh semangat di Gedung Sate Bandung pagi itu, Sabtu 28 November 2015. Peniuh antusias para gowesr dari berbagai penjuru tanah air,yang sebagian besar merupakan keluarga besar Kementrian Pekerjaan Umum dan mitranya, akan mengikuti kegiatan bersepeda bertajuk Gowes Bandung-Jakarta. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-70 yang akan jatuh pada 3 Desember2015.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  yang saat ini dipimpin oleh Bapak Basuki, mengadakan kegiatan bersepeda bertajuk Gowes Bandung-Jakarta. Para peserta Gowes tersebut akan memulai perjalanan berjarak190 Km selama dua hari, 28 dan 29 November 2015.

Luar biasa, acara yang rencananya akan dibuka oleh salah satu Dirjen di lingkungan kementrian PUPR, pagi itu acara tersebut dilepas secara langsung oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dari depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat . Selain diikuti para pimpinan dan pegawai Kementerian PUPR, Gowes Bandung-Jakarta turut ikut serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, kontraktor, konsultan dan masyarakat, termasuk salah satunya dari kelompok kami berjumlah dua belas orang  yang bergabung dalam bluXpit, yang sebagian besar peseranya adalah alumni dari Universitas Gajah Mada dari Yogya, Jakarta dan Pekanbaru.

Bapak Basuki pada acara pembukaan mengatakan pemilihan depan Gedung Sate sebagai titik start karena tempat tersebut merupakan tempat bersejarah. Menurutnya, 70 tahun yang lalu, di tempat tersebut 21 orang pahlawan PU mempertahankan Gedung Sate yang sudah menjadi Kantor PU pada saat itu. Sebanyak 7 orang pejuang gugur saat bertarung mempertahankan gedung tersebut dari serangan sekutu.

Tujuh pahlawan yang gugur itu adalah Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Susilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono. Untuk mengenang jasa-jasa kepahlawanan mereka dalam mempertahankan Gedung Sate ini dari serangan sekutu, maka mereka diberi gelar “Pahlawan”. Nama-nama mereka ditulis pada Batu Alam besar yang diletakkan di bagian belakang halaman Gedung Sate.

“Peristiwa ini mengingatkan kita bagaimana para pahlawan PU mempertahankan Gedung Sate sebagai Kantor PU dengan mengorbankan nyawa mereka dan saat ini kita sebagai orang PU harus dapat berjuang untuk membangun negara yang kita cintai ini, membangun infrastruktur yang handal demi kepentingan bangsa dan negara,” sebut Menteri PUPR.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina

Marga yang sekaligus sebagai Koordinator Gowes Bandung-Jakarta, bapak Hediyanto W. Husaini mengatakan, kegiatan bersepeda dijalan akan ditempuh dalam waktu dua hari. Hari pertama peserta akan mengayuh sepeda dari Bandung ke Cikampek yang akan berakhir di hotel Harper Cikambek, dan hari kedua akan melanjutkan  perjalanan dari Cikampek menuju ke Kantor Kementerian PU di Jalan Pattimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta.

“Selain untuk menjaga kesehatan, dengan Gowes ini diharapkan dapat meningkatkan kekompakan di antara keluarga besar Kementerian PUPR dengan mitra kerja dan masyarakat. Para peserta diharapkan dapat menikmati perjalanan bersepeda tersebut,” ucap Hediyanto.

Hari Pertama Bandung-Cikampek

Sekitar pukul enam pagi lebih, bapak Menteri PUPR, Bapak Basuki melepas peserta gowes meninggalkan Gedung Sate. Berombongan pesepeda menyusuri jalanan mulus kota Bandung, termsuk melalui gedung Asia Afrika yang bersejarah menuju luar kota, menuju kota Cimahi.

Jalanan relatif menurun sampai sekitar KM 32 di daerah Mandalasari, dimana jalan mulai menanjak. Karena hari itu saya memakai MTB, maka relatif lebih nyaman ketika tiba di daerah tanjakan-tanjakan ini. Jika tadi di jalan menurun dan datar yang mulus para road biker dengan cepat berjalan di depan saya, di daerah tanjakan ini, saya lihat beberapa pemakai roadbike menuntun sepedanya :), dan dengan mudah MTB si Putih saya melampaui mereka. Meskipun di jalan menurun mereka melampaui saya lagi 🙂 🙂 Yo ben, sak kuate.

Pos Pertama di sekitar KM39 di daerah Panglejar menjadi tempat istirahat yang nyaman. Makanan lengkap disediakan panitia termasuk minuman dan menu andalan saat gowes, pisang…….

Selepas pos pertama jalan menurun mulus, dan siipp..sangat nyaman. Perjalanan menuju Pos II di Ciganea kami tempuh dengan nikmat meski lalu lintas lumayan ramai. Dan ternyata pagi itu tidak seperti yang sudah disampaikan di technical meeting bahwa kecepatan maksimal 20 KM/jam. Saya perhatikan kemungkinan kecepatan teman-teman yang di depan lebih dari 30 Km/jam, ngebut tenan…saya sih dengan sabar berjalan sesuai kecepatan nyaman saya sendiri. Kadang gowes sendirian, kadang dengan mbak Noer, dan kadang dengan teman yang lain…sak nyamane dewe.

Perjalanan hari itu sedikit melewati garis finis hari pertama Hotel Harper, karena kami dibawa terlebih dahulu ke lokasi makan siang di area Sate yang luar biasa luas tempat makannya, dan uenak satenya.

Hari pertama berlalu dengan sangat nyaman, dan kami beristirahat di Hotel Harper Cikampek Purwakarta.

Hari Kedua Cikampek Jakarta

Pagi sebelum jam lima pagi, sudah banyak peserta Gowes yang turun di lobby dan makan pagi di restoran hotel. Sarapan lengkap disediakan pihak hotel. Dan saya perhatikan banyak peserta yang makan nasi juga pagi itu. Saya memilih bubur kacang hijau, ketan merah dan kue-kue serta buah dan juice serta susu…lengkap juga yaaa….lebih dari nasi iki… 🙂

am enam pagi perjalanan dimulai dari halaman Hotel Harper. Dan sangat menarik, berbeda dari hari pertama yang perjalanan dipandu oleh Patwal, dan para peserta saling berceceran karena kecepatan teman-teman di depan yang luar biasa kencangnya, pagi itu perjalanan dipandu oleh satu mobil double kabin yang diatasnya ada seporang dirigen perjalanan yang terus mengatur ritme perjalanan peserta dengan kecepatan sekitar 22 KM/jam, dan terus menerus berteriak menyemangati peserta.

Di depan mobil double cabin adalah Patwal polisi yang membuka jalan dan beberapa sepeda motor gede polisi yang terus membantu “membersihikan” jalan. Dukungan pihak kepolisian dalam kegiatan ini luar biasa, sepanjang jalan banyak sekali polisi yang mengatur lalu lintas, sehingga para pesepeda dengan nyaman bisa terus berjalan.

screenshot-2015-12-02-03-49-24

Perjalanan pagi ini sangat lebih bagus dari hari pertama, sebagian besar peserta, termasuk saya bisa “ngempel” berkumpul terus sepanjang perjalanan. Jarak hampir seratur kilometer melalui pos-pos Kerawang, Cikarang dan Bekasi kami tempuh dengan nikmat dan nyaman, meskipun di sebagian perjalanan kami diguyur hujan.

Karena ternyata perjalanan kami jauh lebih cepat dari perkiraan awal, maka kami menunggu istirahat lumayanlama di Bekasi, dan berkumpul menunggu kembali di satu kantor Polisi di Jalan Gatot Subroto Jakarta sebelum menyelesaikan perjalanan dan finish di Kantor PUPR di jalan Pattimura Jakarta

Perjalanan yang menyenangkan..terima kasih untuk teman-teman bluXpit.



Read: 179 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: