Hits: 2

Rangkuman dari catatan, tuturan, tips-tips, WA-nan dari tim survey: mbak Sari, mbak Nur, de Muzz, bang Yos, mas Yuli, dr. Hariyanta, mas Hermawan, mas Jok Sum, mas Wisnu, mas Yoyok, mas Jon dan mas Rofi

Hotel Nirwana Nganjuk
Hotel Nirwana Nganjuk

Kegiatan Gowes Dies Natalis 66 tahun UGM, yang dicanangkan berjuluk bluXpit bersinergi jelajah Bromo-Merapi 2015, rencananya akan dilaksanakan tanggal 11-13 Desember 2015 dengan rute Malang-Nganjuk-Solo-Yogya. Sebagai bagian dari kegiatan persiapan, pada tanggal 5 dan 6 September 2015 diadakan survey, test rute yang dilakukan oleh tiga belas orang anggota tim survey.

Ringkasan Kegiatan Survey

  • Peserta survey test jalur Malang-Nganjuk-Solo terrdiri dari  sebelas orang putra dan dua orang putri, dengan dukungan logistik dua orang. Jadi total lima belas orang
  • Sebagian besar peserta kegiatan survey menggunakan Road Bike, hanya 2 orang istimewa, yaitu mbak Nur dan bang Yos, yang menggunakan MTB. Dan sangat disarankan dengan kondisi rute yang akan dilalui, dengan medan di jalan beraspal, relatif datar dan jarak jauh, akan lebih nyaman menggunakan Road Bike
  • Mobil pendukung kegiatan survey:
    • Satu mobil pickup yang digunakan untuk membawa sepeda dari Yogya ke Malang, dan sepanjang perjalanan Malang-Nganjuk-Solo selalu mengawal rombongan untuk antisipasi kondisi darurat.
    • Satu mobil logistik  yang dikemudikan mas Joko, teman mas Hermawan yang sangat membantu dalam menyediakan supply logistic, seperti air minum dan makanan kecil serta membawa tas para anggota rombongan
  • Gambaran istirahat di sepanjang perjalanan:
    • Istirahat kecil sekitar 5-10 menit setiap berjalan sekitar 1 jam. Tempat istirahat yang dipilih adalah rest area atau POM Bensin yang berada di sisi kiri jalan
    • Istirahat siang, sekitar 1 jam, antara jam 12:00 – 13:00 di Masjid
  • Persiapan dan dukungan minum dan makanan:
    • Pastikan malam sebelumnya SANGAT CUKUP makan, terutama karbohidrat dan lemak. Paling bagus adalah 6 jam sebelum mulai bersepeda. Termasuk di akhir hari kedua, di malam hari kami makan dengan porsi yang banyak. Tips khusus dr. Hariyanta adalah malam sebelumnya (sekitar 6 jam sebelum mulai gowes) makan berat dan daging dengan porsi ganda sebelum gowes jarak jauh
    • Lakukan pemanasan sebelum berangkat
    • Sepanjang perjalanan pastikan terus minum dan terus menambah makanan, seperti pisang,  kurma, gula jawa atau makanan lain yang cepat proses pencernaannya. Saat gowes sebaiknya makan makanan kecil frekuensinya dipersering. Pisang memberikan keluaran tenaga yang lebih baik dari pada coklat.
    • Setelah sampai di tujuan pastikan melakukan peregangan, dan minum air putih yang banyak. Jangan biasakan langsung duduk atau tiduran begitu sampai di tujuan.
  • Dukungan teknologi dalam kegiatan survey ini:
    • Penggunaan teknologi geotagging yang mendokumentasikan foto-foto lokasi-lokasi penting, termasuk lokasi calon tempat untuk regrouping, akan sangat membantu bagi tim logistic dalam melakukan persiapan, karena  foto akan langsung bisa di plot di peta google, lengkap dengan koordinat secara tepat. Dalam melakukan kegiatan survey ini mas Yoyok tinggal jeprat jepret dengan HPnya, Hasil dari foto-foto geotagging ini bisa dilihat di google map.

Gambaran Perjalanan

Hari Pertama, Sabtu 5 September 2015 (Malang-Nganjuk)

Keluar dari tempat menginap di daerah Riverside Malang menuju tempat start, dengan penuh antusias perjalanan dimulai dari Alun-Alun Malang, yang direncanakan sebagai tempat lokasi pemberangkatan peserta gowes nanti di tanggal 11 Desember 2015. Lepas dari alun-alun kota Malang, melewati beberapa traffic light menelusuri jalan keluar kota Malang menuju kota Blitar.

Malang-Nganjuk
Malang-Nganjuk

Meskipun baru sekitar jam enam pagi di hari Sabtu, lalu lintas sudah lumayan ramai, dan kemungkinan nanti di tanggal 11 Desember 2015, hari Jum’at, kondisi lalu lintas akan lebih ramai lagi, jadi perlu diantisipasi rombongan dalam satu kelompok berjalan bersama-sama dengan pengawalan polisi. Pagi hari Sabtu itu kondisinya berkabut lumayan pekat, jadi ada satu sensasi yang berbeda, meskipun jam enam pagi sudah terang, namun menjadi agak gelap karena kabut. Perjalanan lurus saja mengikuti jalur utama, sampai sekitar KM 14 di satu Simpang Tiga besar, atau perjalanan kira-kira setengah jam lebih sedikti, kami belok ke kanan, menelusuri jalan yang seperti ring road.

Rencananya nanti saat pelaksanaan kegiatan, di simpang jalan tersebut akan dilakukan pembagian minum dan makanan kecil (mungkin arem-arem), dan terus melanjutkan perjalanan. Istirahat berikutnya dilakukan di Pintu Gerbang Sutami (Pintu Gerbang Taman Wisata Waduk Sutami Karang Kates). Kira-kira satu setengah jam perjalanan dari Alun-alun Malang.

Selepas dari Pintu Gerbang Taman Wisata ini, jalan mulai rolling, dengan tanjakan-tanjakan yang lumayan panjang, dan perkiraan kami, di sini akan mulai terjadi pemisahan-pemisahan rombongan goweser secara alami menurut kekuatan masing-masing dalam melakkan pendakian-pendakian.  Dan kami beristirahat sejenak di puncak Tanjakan, di sebelah gereja kecil di sisi kiri jalan.

Perjalanan berlanjut melewati kota Wlingi. Tanpa berhenti di dalamkota Wlingi, kami terus melaju menuju  tempat makan. Kami makan  bersama di Rumah Makan Uceng depan Lurah Bence, sekitar KM 70 dari Malang. Kami tiba di RM tersebut sekitar jam 09:30 pagi. Makanan beragam dan enak untuk dinikmati di pagi/setengah siang tersebut.

Segera sesudah makan, kami melanjutkan perjalanan sampai di Masjid Al Istighfar  di KM 104. Istirahat cukup lama, sekitar 1 jam, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kota Kediri. Tantangan utama perjalanan menuju Kediri adalah teriknya matahari. Di dalam kota Kediri kami istirahat sejenak, mendinginkan badan :). Dan setelah istirahat, melanjutkan perjalanan menyeberang Sungai Brantas, terus melaju  sampai ke Kota Nganjuk. Kami tiba di Kota Nganjuk, langsung menuju  hotel tempat menginap, sekitar jam 4 sore.

Perjalanan Nganjuk - Solo
Perjalanan Nganjuk – Solo

Total perjalanan dari kota Malang ke Nganjuk  dengan jarak 156 km ditempuh sekitar 10 jam dengan  lama berjalan sekitar 7 jam 20 menit dan waktu istirahat sekitar 2 jam 40 menit. Rata-rata kecepatan saat berjalan secara keseluruhan sekitar 21.3 KM/jam.

Hari Kedua, Minggu 5 September 2015 (Nganjuk-Solo)

Setelah malam hari sebelumnya makan besar dan istirahat sangat cukup, Minggu pagi kami memulai perjalanan langsung dari Hotel Nirwana tempat kami menginap di Kota Nganjuk.

Segera setelah keluar kota Nganjuk, jalan agak menanjak sampai KM 20 melewati kawasan hutan. Setelah istirahat sejenak di rest area di tepi hutan, perjalanan berlanjut sampai ke tempat makan di satu rumah makan di Caruban sekitar 70 menit perjalanan dari Nganjuk.

Selepas dari tempat kami melakukan sarapan pagi, perjalanan terus berlanjut menuju Ngawi dan Mantingan dengan melakukan istirahat-istirahat kecil di POM bensin yang ada di sisi kiri jalan di setiap sekitar 1 jam perjalanan.

Seperti hari pertama, tantangan utama perjalanan di sekitar jam sebelas siang adalah terik matahari yang cukup menyengat dan menguras tenaga.

Kontur jalan mulai menanjak dengan rolling-rolling sebelum masuk ke Mantingan (perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah). Sekitar Jam dua belas siang kami tiba di Masjid di dekat Pondok Gontor Putri sebelum masuk Mantingan sekitar KM 94 dari Nganjuk, dan istirahat sekitar 1 jam di tempat ini. Menyempatkan diri tidur-tiduran di selasar Masjid.

Selepas istirahat panjang di mantingan, perjalanan berlanjut menuju Sragen, mampir di Sate Kambing Sragen.

Rute terakhir Sragen menuju Jurug Solo sepanjang sekitar 28 km, kami lalui bersama truk, bus dan mobil-mobil yang cukup padat dan memerlukan konsentrasi tinggi. Jarak sekitar 28 km tersebut kami tempuh sekitar 75 menit, sampai kami tiba di Jurug sebagai tempat kami mengakhiri perjalanan survey dua hari ini.

Total perjalanan dari kota Nganjuk ke Jurug Solo  dengan jarak 140 km ditempuh sekitar 10 jam dengan  lama berjalan sekitar 7 jam dan waktu istirahat sekitar 3 jam . Rata-rata kecepatan saat berjalan secara keseluruhan sekitar 20  KM/jam.

Rekomendasi untuk Acara Kegiatan Gowes Dies 66 tahun UGM

Mengingat bahwa tujuan penyelenggaranan acara bersepeda Dies 66 tahun adalah bersepeda jarak jauh secara bersama-sama terutama untuk civitas UGM dan alumni, dengan target perserta diutamakan dari internal UGM (GamaGo), alumni (S3Gama) dan mitra bersepeda yang sering ikut kegiatan bluXpit, maka tugas panitia adalah memfasilitasi goweser dengan berbagai tingkat kemampuan gowes tersebut.

Dari kegiatan survey dua hari Malang-Nganjuk dan Nganjuk Solo, menurut pertimbangan kami, hanya peserta-peserta yang sudah biasa melakukan kegiatan bersepeda jarak jauh, sekitar 150 km dalam waktu 3 hari berturut-turut dengan kecepatan di atas 20 km/jam yang akan bisa secara penuh mengikuti kegiatan ini dalam waktu sekitar 10 jam.

Saran untuk Gowes Dies 66 tahun

Saran Pengaturan  Peserta

Agar tujuan Gowes bersama  civitas UGM ini bisa terlaksana dengan baik, perlu dilakukan pembagian dua kelompok sejak dari awal pendaftaran:

  1. Kelompok yang sepenuhnya Gowes Malang-Nganjuk, Nganjuk-Solo dan Solo-Yogya
  2. Kelompok yang melakukan Gowes sebagian dan loading di akhir rute di hari pertama dan kedua:
    1. Hari Pertama: Gowes Malang-Kediri (sekitar 123 km) dan Loading Kediri-Nganjuk(sekitar 33 km)
    2. Hari Kedua: Gowes Nganjuk-Mantingan (sekitar 94 km) dan Loading Mantingan-Solo (sekitar46 km)
    3. Hari Ketiga Gowes terus Solo-Yogya

Setiap pendaftar diminta untuk mengikuti program latihan yang akan dikoordinir oleh tim teknis untuk mengukur kekuatan masing-masing, dan di akhir bulan November 2015 sudah harus memutuskan untuk ikut kelompok yang sepenuhnya Gowes atau Kelompok yang akan melakukan Gowes sebagian. Hal ini diperlukan agar persiapan logistic bisa diapkan dengan sebaik-baiknya.

Seluruh calon peserta disarankan untuk berlatih dengan Roadbike bersepeda jarak jauh 2 hari berturut-turut dengan kecepatan rata-rata sekitar 20-25 km/jam

Saran untuk Persiapan tim Logistik

Berdasarkan hasil dari survey pertama (Survey jalur), team Logistik perlu melakukan survey bersama bebarapa perwakilan dari team survey Jalur (team teknis) untuk memfinalkan tempat-tempat grouping dan makan siang serta tempat menginap. Tim teknis yang ikut serta dalam survey kedua ini harus ketua tim teknis atau anggota tim teknis yang memiliki kewenangan untuk memutuskan di lapangan, jika ternyata pilihan yang akan diambil untuk tempat grouping berbeda dengan pilihan-pilihan yang sudah diberikan saat survey pertama. Ini hanya bisa terjadi kalau memang kondisi lapangan benar-benar tidak memungkinkan. Namun pertimbangan utama harus pertimbangan teknis, untuk kenyamanan dan keselamatan kegiatan bersepeda ini.

Hal-hal yang perlu disiapkan sebelum melakukan survey:

  • Hasil dari team survey pertama yang memberikan informasi jalur perjalanan, rencana tempat grouping, jarak dan perkiraaan waktu serta pilihan-pilihan
  • Memperkirakan waktu untuk melakukan kegiatan survey ini
  • Peserta survey adalah dari team Logistik yang nantinya saat pelaksanaan akan menjadi pemain utama dalam mendukung kegiatan logistic di lapangan. Hal ini untuk memastikan peserta survey tersebut tahu pasti lokasi-lokasi dan kondisi-kondisi di lapangan yang sanga diperlukan di hari H nanti

Hasil yang diharapkan dari team survey ini:

  • Memfinalkan tempat-tempat grouping
  • Pilihan tempat grouping bisa di tempat umum atau di restoran
  • Hotel-hotel tempat menginap
  • Membuat rencana penanganan logistic saat hari H

Skenario Kerja Tim Logistik

Saat melakukan survey tim Logistik perlu merencanakan dengan detail hal-hal yang akan dilakukan nanti saat hari pelaksanaan touring agar bias memberikan dukungan kepada para peserta dengan baik sesuai yang diperlukan oleh tim teknis.

Berangkat dari pengalaman saat melihat pelaksanaan bluXpit Dies UGM Bandung-Yogya tahun 2014 yang lalu, berikut usulan scenario kerja tim Logistik.

Tim Logistik perlu dibagi menjadi 3 sub team yang akan saling mendukung, yaitu:

  1. Subtim Logistik Pembuka Lapak
  2. Subtim Logistik Utama
  3. Subtim Penutup Lapak

Tugas subtim ini adalah selalu di depan untuk mulai membuka lapak tempat beristirahat, baik tempat grouping, tempat minum, maupun tempat makan siang.

Subtim ini harus selalu berada di depan mendahului seluruh peserta. Ukuran keberhasilan subtim ini adalah selalu berhasil menyiapkan tempat istirahat/tempat grouping/tempat makan siang sebelum penyepeda pertama sampai di lokasi grouping (sesuai dengan aturan/rancangan tim teknis waktu tercepat yang masih bisa ditolerir).

Subtim ini akan selalu berangkat lebih dahulu dari siapapun dari tempat pemberhentian sebelumnya, dengan membawa segala peralatan/minuman/makanan yang diperlukan di lokasi pemberhentian tersebut.

Begitu tiba di lokasi istirahat/regrouping, langsung mempersiapkan lokasi, menyiapkan minuman/makanan agar mudah diambil oleh para peserta, atau kalau lokasi regrouping adalah rumah makan, subtim pembuka lapak ini segera memesan makanan dan menyiapkan lokasi tempat duduk untuk para peserta nanti ketika mulai berdatangan.

Subtim Logistik Pembuka Lapak ini juga perlu mempersiapkan tempat dimana sepeda-sepeda akan di parker, mengetehui di mana tempat buang air kecil dan mushola jika pas saat waktu sholat.

Subtim Logistik Pembuka Lapak ini akan bisa menyelesaikan tugasnya dan meninggalkan lokasi untuk menuju tempat pemberhentian berikutnya di depannya, setelah Subtim Logistik Utama datang untuk memberikan pelayanan menyeluruh kepada para peserta.

2. Subtim Logistik Utama

Tugas subtim Logistik Utama ini adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada para peserta gowes yang sebagian besar akan berdatangan saat subtim ini berada di lokasi istirahat/regrouping

Subtim Logistik Utama ini akan melanjutkan pekerjaan Subtim Logistik Pembuka Lapak yang sudah hadir sebelumnya, yang telah mempersiapkan lokasi istirahat.

Ukuran keberhasilan subtim ini adalah selalu berhasil melayani sebagian besar peserta gowes dengan baik.

Subtim Logistik Utama ini bisa menyelesaikan tugasnya dan meninggalkan lokasi untuk berangkat menuju tempat pemberhentian berikutnya didepannya setelah Subtim Logistik Penutup lapak datang untuk melanjutkan pelayanan kepada para peserta gowes yang datang belakangan.

3. Subtim Logistik Penutup Lapak

Tugas subtim Logistik Penutup Lapak ini adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada para peserta gowes datang agak “lambat”, menunggu sampai peserta terakhir sampai di tempat istirahat dan menyelesaikan segala sesuatunya di tempat istirahat tersebut sebelum ditinggalkan

Subtim Logistik Penutup Lapak ini akan melanjutkan pekerjaan Subtim Logistik utama  yang sudah hadir sebelumnya, yang telah melayani sebagian besar peserta gowes.

Ukuran keberhasilan subtim ini adalah melayani seluruh peserta gowes yang datang belakangan (sesuai dengan aturan/rancangan tim teknis waktu terlambat yang masih bisa ditolerir), dan menutup tempat istirahat/regrouping dengan baik.

Subtim Logistik Penutup Lapak ini bisa menyelesaikan tugasnya dan meninggalkan lokasi untuk berangkat menuju tempat pemberhentian berikutnya didepannya setelah semua peserta gowes terakhir datang, dan menutup lokasi istirahat, termasuk melakukan pembayaran-pembayaran di lokasi tersebut jika diperlukan

Mohon masukan teman-teman untuk lebih baiknya persiapan kita.
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=uO-YYQcSvGg]

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=nzmQakLLDws]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.