Kala pertama dilakukan di bulan Agustus 2014, entah karena sedang ada kegiatan apa, saya tidak ikut serta. Dan di kegiatan ke dua, yang dilaksanakan Sabtu, 15 Agustus 2015 ini, saya ikut serta dalam Gowes Merdeka, gowes mengelilingi gunung Merapi searah jarum jam dengan jarak sekitar 120an KM.

Sup Empal Muntilan
Sup Empal Muntilan

Foto-foto yang lain ada disini

Sejak awal saat di wara-wara, sudah mulai googling, terutama dari sumber andalan yang ikut serta di kegiatan serupa tahun lalu, yaitu dari facebooknya Pak Djoko Luknanto. Sangat lengkap informasinya, dan sangat membantu untuk membayangkan medan juang yang akan kami hadapi.

Sangat terasa aroma ekstrem tanjakan dan turunan tajam dan panjang, separo jarak akan menanjak tanjam, dan separo jalur sisanya akan terus menurun tajam.

Persiapan Kegiatan

Sangat beruntung di Yogya saya menemukan banyak teman yang luar biasa. Yang senang berbagi, dan senang membantu orang lain. Satu kelompok teman-teman sepeda yang saya lihat selalu merasa tertantang untuk membuat orang lain senang bersepeda, seperti seorang bijak masa lalu yang mengatakan : Memang, sifat orang baik itu tidak lupa memerhatikan kesejahteraan orang lain

Teman-teman ini sering ngobrol dan membuat persiapan-persiapan. Salah satu persiapan yang membantu untuk mengkondisikan persiapan adalah pembuatan WA group Gowes Merdeka, dimana semua calon peserta didaftar dalam group tersebut dan saling berdiskusi untuk periapannya. Dan hal-hal menarik yang sangat membantu para calon peserta adalah:

  1. Pembuatan jersey Gowes Merdeka
  2. Program latihan yang terkoordinir
  3. Pemberian informasi rencana perjalanan serta tips-tips

Pembuatan Jersey Gowes Merdeka

Sangat menarik proses pembuatan jersey Gowes Merdeka ini. Awalnya ada ide membuat jersey untuk keperluan Gowes Merdeka ini, kemudian lewat diskusi di WA, saling memberi masukan, saling menambah, saling menyempurnakan, jadilah satu design jersey bersama yang menarik para goweser, yang akhirnya tidak hanya teman-teman Yogya yang akan ikut kegiatan Gowes Merdeka saja yang pesan, namun juga banyak terman-teman di Yogya yang lain yang tidak ikut kegiatan gowes Merdeka namun ikut memesan jersey juga, hingga mencapai total sekitar 80 buah. Dan yang lebih menarik lagi, teman-teman Pekanbaru ikut serta juga memesan jersey Gowes Merdeka ini sekitar 100 orang..lhah..ternyata yang pesan malah lebih banyak dari teman-teman di Pekanbaru 🙂

Program Latihan yang terkoordinir

Seingat saya dilakukan tiga kali latihan bersama melewati jalur yang sama yang akan dilalui saat hari H, namun hanya sampai potongan-potongan awal tanjakan. Sabtu pertama latihan 25 Juli 2015 Gowes Yogya-Muntilan-Talun dan kemudian kembali ke Yogya, kemudian Sabtu berikutnya, 1 Agustus 2015 latihan ditambah lebih jauh lagi, melalui jalur yang sama Yogya-Muntilan-Talun-Tlogolele. Ya, kali ini ditambah jalur Talun-Tlogo lele yang lebih menanjak, dibanding tanjakan sebelumnya Muntilan-Talun. Dan memang sangat terasa bedanya, di latihan ke dua sebagian besar peserta merasa jauh lebih ringan dibanding latihan pertama. Dan latihan ketiga, Sabtu, 8 Agustus di jalur yang sama, namun saya absen latihan karena masih berada di Jakarta.

Progam latihan ini bukan hanya berguna bagi para calon peserta, namun sangat berguna juga untuk teman-teman yang suka rela merancang perjalanan, untuk menentukan titik-tiitik regrouping, titik-titik untuk beristirahat sejenak, untuk kembali memasukkan lidah yang sudah melet-melet 🙂

Pemberian Informasi Rencana Perjalanan serta Tips-Tips

Dari semua hal yang sudah dilakukan teman-teman yang baik, ini, bagi saya yang paling membantu dalam kegiatan Gowes Merdeka ini adalah rancangan teman-teman yang “memotong-motong” jalur perjalanan ini penjadi penggalan-penggalan kecil yang achievable, yang bisa dilalui relatif lebih mudah dibanding kalau kita harus menggowes terus menerus tanpa tentu kapan akan perlu berhenti/beristirahan.

Inilah isi dari informasi rencana perjalanan yang sangat membantu membayangkan medan yang akan saya hadapi dan mengatur nafas dan tenaga:

Dear Goweser,

Gowes Merdeka akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2015.

Kegiatan gowes ini merupakan kelanjutan dari Gowes Merdeka I yang diadakan tahun lalu, 2014, dalam rangka mengenang kembali semangat kemerdekaan.

Diantara peserta tahun ini ada beberapa goweser yg tahun lalu ikut dalam Gowes Merdeka I. Mereka akan membantu memperlancar gowes kebersamaan ini, termasuk menyiapkan kelancaran konsumsi, bike tag  dan jersey.

Pengelolaan aktifitas sehat ini dilakukan secara paguyuban, jadi tidak ada panitia. Oleh karena itu setiap goweser diharapkan saling membantu untuk keberhasilan bersama.
Laiknya gamelan jawa yang meskipun tanpa konduktor (dirigen), namun dapat berjalan seirama; dimulai dan selesai dengan harmoni yang indah. Enak dilhat dan enak pula didengar.

Pada gowes kali ini akan dibutuhkan asupan kalori yg sangat tinggi karena jarak tempuh dan ketinggian jelajah. Kalori yg dibutuhkan sekitar 1000 x Berat badan. Kepada para Peserta akan dibagikan: 600 cc pocari sweat, 1 ltr aqua, pisang 2 biji,  gula jawa selirang,makan pagi, makan siang dan rehidrasi secukupnya. Oleh karena itu peserta  diharapkan juga membawa bekal sendiri.

Gambaran rencana perjalanan:

1. Titik kumpul (TK 1) di per4an Denggung pkl 05.30. Apabila peserta gowes akan mendahului berangkat dipersilahkan dengan tujuan warung makan sop empal bu Haryoko Muntilan (TK 2).
Paling lambat sampài TK 2 pkl 07.00.

2. Berangkat dari TK 2 pkl 07.15 utk menuju per3an Tlatar (TK 3). Diperkirakan sampai TK 3 pkl 07.45 – 08.00. Jalan ke TK 3 ini seperti jogja-pakem. Di TK 3 ini akan dibagikan minuman, pisang dan gula jawa.

3. Pk 08.00 berangkat menuju TK 4 di dekat masjid Tlogolele. Di TK 4 berhenti sejenak untuk rehidrasi.

5. Perjalanan dilanjutkan menuju TK 5 di depan balai desa Tlogolele. Di TK 5 ini semua goweser harus berkumpul untuk pengarahan medan/kondisi rute yang akan dilewati.

6. Perjalanan gowes akan dilanjutkan menuju dam SABO  (TK 6). Jalan menuju tempat ini menurun sehingga goweser harus extra hati-hati. Di TK 6 kita foto-foto sampai pk 10.00

7. Perjalanan dilanjutkan  menuju TK 7 di pasar Jrakah. Jalan menuju TK 7 ini naik tajam, tetapi pendek dan pemandangan bagus banget….boleh sambil foto-foto.  Di Pasar Jrakah disediakan minuman.

8. Etape selanjutnya menuju TK 8 di Masjid Jrakah. Diperkirakan sampai TK 8 jam 12.00 untuk istirahat dan  sholat Dhuhur dijamak sholat ashar..

9. Berangkat dari TK 8 pk 12.20 menuju pasar Selo (TK 9). Diperkirakan sampai pasar Selo jam 13.00 untuknistirahat dan makan siang.

10. Rombongan gowes berangkat lagi bersama-sama pk 14.00 turun menuju TK 10 di per3an Mliwis di dekat  sebelah pesanggrahan Pratimohardjo. Di TK 10 ini kita akan  checking goweser, untuk berkumpul semua. Situasi jalan menurun dan sebagian sedang dalam perbaikan.

11. Setelah checking selesai, perjalanan indah dílanjutkan  pada rute yang melewati pompa bensin sampai ketemu per3an yang ada Toko bernama AsGross belok kanan menuju Jatinom.

12. Perjalanan menuju Jatinom akan melalui jalan arah Tulung -Jatinom,. Pada rute ini jalan menurun terus. Kita akan regrouping ulang di per3an Jatinom arah Boyolali supaya tidak tersesat untuk menuju alun-alun Klaten.

13.  Di alun-alun Klaten kita akan  rehidrasi sampai pk 16.00 untuk melanjutkan gowes pulang ke Jogja secara bersama-sama.

Luar biasa, penggalan-penggalan perjalanan tersebut  sangat membantu.. Terima kasih.

Dan masih lagi ditambah tips-tips yang diserbarkan lewat group WA juga, yang dirancang bersama-sama oleh  teman-eman yang peduli.

Untuk tips persiapan dan selama di perjalanan:

1. Sepeda yang akan dipakai utk Gowes Merdeka  harus disiapkan dan dipastikan  dalam kondisi optimal kalau perlu dicekkan ke bengkel.

2. Dimohon setiap peserta gowes membawa ban dalam cadangan sesuai ukuran masing-masing ban sepeda yang akan dipakai.

3. Setiap goweser harus memakai helm beserta pelindung muka dari cahaya matahari dan bersepatu.

2. Kondisi fisik peserta gowes harus disiapkan seoptimal mungkin. Mohon tidur tidak terlalu malam.

3. Dianjurkan setiap goweser telah makan malam berkalori tinggi dan makan  3- 4 jam sebelum gowes, untuk mendapatkan cadangàn energii yg cukup

4. Goweser dimohon membawa makanan berkalori tinggi untuk cadangan selama di perjalanan, misalnya gula jawa, coklat, kurma, pisang dll, dan minuman elektrolit secukupnya untuk dimakan dan diminum di sepanjang jalan, guna memenuhi asupan kalori.

6. Waspadalah dan nikmatilah perjalanan. Jangan berpacu, dan jangan lengah yg bisa menyebabkan kecelakaan.

7. Kami anjurkan untuk bergerombol (poloton) supaya nambah semangat dan keceriaan termasuk berfoto-foto bersama.

8. Kayuh sepeda sesuai kemampuan, istirahat sesuai kebutuhan.

Sekali lagi, terima kasih teman-teman yang sudah mempersiapkan..

Perjalanan Gowes Merdeka Sabtu 15 Agustus 2015

Jalur perjalanan
Jalur perjalanan

Bangun pagi agak kesiangan, baru jam 04.45 terbangun, padahal rencana bangun jam empat pagi. Dengan persiapan singkat, berdua dengan Alu yang khusus datang dari Pekanbaru untuk ikut kegiatan gowes ini, berangkat dari rumah sekitar jam 05:20 langsung menuju ke Lapangan Dengung. Sampai lapangan Dengung sudah banyak teman-teman dengan jersey merah putih berkumpul. Dan kami berdua terus lanjut berjalan menuju Sup Empal Muntilan. Jalan relatif terasa ringan, meski kami tahu sekara kontur ada sedikit menanjak, namun tidak begitu terasa.

Sarapan pagi terasa sangat nikmat, menu seragam sup, nasi dan empal… josss

Dan sesuai rencana kami melanjutkan perjalanan menuju Talun. Jalan mulai menanjak. Di Talun di tempat yang pernah kami singgahi saat latihan, di pertigaan Tlatar, kami berhenti dan dibagi satu kantong plastik berisi air minum dua botol dan gula jawa. Semua masuk ke kantong jersey dan kangong celana.

KM demi KM di Strava
KM demi KM di Strava

Setelah sebentar beristirahan, kami melanjutkan perjalanan menuju Tlogolele. Dan tanjakan yang lebih tajam sudah siap menanti kami. Tanpa kesulitan tanjakan-tanjakan bisa kami lalui, meski kadang kami perlu sesekali beristirahat sejenak. Nah, sampai di TK5 di depan Balai desa Tlogolele kami berhenti sejenak dan menerima informasi bahwa turunan akan sangat tajam menuju ke Dam Sabo. Beberapa teman memilih untuk menuntuk di turunan, beberapa lagi berani tetap berada di atas sadel sepeda dengan terus mengkontrol kecepatan.

Dam Sabo…maaf tidak tahu nama daerahnya, sangat memukau dengan perbedaan ketinggian dari satu sisi sungai ke sisi sungai yang lain. Saya memilih menuntun waktu melewati jalan menurun untuk mencapai tengah dam, dan lumayan, mampu mengayuh sepeda saat naik ke satu sisi sungai yang lain. Tempat yang indah, tak lupa berhenti sejenak melakukan kegiatan foto-foto.

Perjalanan terus berlanjut menuju Jrakah dan terus ke Selo dengan tanjakan-tanjakan yang lebih menantang, namun berbonus pemandangan yang sangat menawan, dengan gowes di lereng gunung Merbabu dan menatap Gunung Merapi di sisi kalan jalur perjalanan kami yang meniti sisi Selatan punggung gunung Merbabu. Saat diantara Jrakah dan Selo, udara dingin terasa menusuk. Agak aneh, sepedaan sejauh ini, namun terasa dingin.

Dan, ketika sampai di pasar Selo, melihat teman-teman sudah duduk manis makan tongseng di salah satu warung di depan pasar Selo, terasa MERDEKA! Inilah puncak tertinggi perjalanan kamihari ini. Jarak tempuh dari rumah mencapai hampir 50 km. Segera sesudah menyantap tongseng, minum air jeruk dan beristirawah sejenak, rombongan segara melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Yogya turun melalui sisi lain, yaitu berjalan dari Selo ke arah Boyolali. Seharusnya di pertigaan Miliis, kami belok kanan menuju Klaten. Namun kami berlima, ternyata kebablasen..sampai Boyolali, baru belok kanan menuju Klaten….Meski sedikit kebablasen, tapi tidak begitu terasa, karena jalannya terus menurun.

Bertemu rombongan besar kembali di Alun-alun Klaten, untuk beristirahat dan minum.

Perjalanan kami berlanjut menuju Yogya, dan kami berdua tiba di rumah sekitar pukul 17:30…sedikit lebih dari 12 jam perjalanan kami hari ini. Menyenangkan.Matur nuwun dr. Hariyanta, pak Mus, Mas Joko Sum, mas John, mas Wisnu, bang Yos, mas Hermawan, mas Indul, bu Noer dengan kue soes dan tahunya, matur nuwun Mbah Kung Endy yang berkenalanpun belum sempat tapi sudah berbagi foto dari sudut yang bagus…dan semua teman-teman lain….josss!

Analisis Perjalanan

Heart Rate
Heart Rate

Melihat data-data yang disajikan di Strave, menarik untuk diamati angka-angkanya, dengan ringkasan sebagai berikut:

  • Jarak Tempuh : 124.5 km
  • Elevasi capaian : 1,793 m
  • Moving time:  9 jam 07 menit 10 detik
  • Kecepatan rata-rata: 13.7 km/jam
  • Kecepatan maksimal: 37 km/jam
  • Rata-rata heart rate: 126 bpm
  • Maximum heart rate: 163 bpm


Read: 54 times.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.