Aku duduk bersama sekitar lima ribuan orang tua-orang tua mahasiswa baru UGM 2012 dalam pertemuan dengan pimpinan universitas dan fakultas di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM pagi itu Kamis 30 Agustus 2012. Aku mengikuti acara dengan penuh antisias. Ini acara pertemuan pertama yang kuhadiri. Tiga tahun yang lalu, saat ada acara serupa untuk anak pertamaku, aku tidak hadir.

Orang Tua yang TangguhOrang Tua yang Tangguh
Orang Tua yang Tangguh

Setelah duduk hampir tiga jam di acara ini, ternyata aku tidak tahan lagi untuk berdiri mendekat, mengabadikan kegiatan yang sedang berlangsung di panggung. Beberapa saat sebelumnya, diputarkan cuplikan video, mirip seperti video profile para finalis Indonesia idol, yaitu video profile lima orang mahasiswa baru UGM 2012 dan keluarganya yang tahun ini bersama sekitar 1000 orang mahasiswa baru yang lain masuk melalui program Bidik Misi, program beasiswa bagi mahasiswa pintar yang secara ekonomi memerlukan bantuan. Aku terharu melihat dan mendengarkan kisah ringkas mereka tentang kondisi dan perjuangan mereka untuk menggapai asa hidupnya. Dengan segala keterbatasannya, mereka mampu terus menembus membuka cakrawala yang lebih besar untuk sukses.

Dan kelima orang tua yang hebat dari anak-anak yang luar biasa ini dipanggil ke panggung di acara ini, untuk menerima hadiah berupa sepeda dari bapak Rektor UGM yang didampingi oleh Pak Budi WS . Kelima orangtua mahasiswa tersebut adalah Marcus Susilo, orangtua dari Victor Agastya Pramudya Werdana yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK); Sumijo, orangtua dari Evi Kartika Widiaswari yang merupakan mahasiswa Teknik Kimia; Sri Ayem, orangtua dari Nurdiyanto yang merupakan mahasiswa Psikologi; Tri Heru Sumaryadi, orangtua dari Eko Nur Cahyo Pratomo yang merupakan mahasiswa jurusan Kimia; serta Suparja, orangtua dari Briyan Ahmad Suparja yang merupakan mahasiswa jurusan Peternakan. (Sumber: Okezone)

Dengan penuh haru, sambil mengabadikan kegiatan yang berlangsung di atas panggung, aku mendengarkan sambutan singkat Rektor UGM dan perkenalan-perkenalan mereka, ucapan terima kasih para orang tua kepada UGM. Sangat sederhana, namun menyimpan energi yang besar yang sudah mereka buktikan dalam mendidik putra-putrinya untuk menembus batas keterbatasan hidup mereka.

Para Orang Tua Mahasiswa Baru UGM 2012Para Orang Tua Mahasiswa Baru UGM 2012
Para Orang Tua Mahasiswa Baru UGM 2012

“Kehidupan Indonesia cukup beragam, begitu pula mahasiswa UGM yang berasal dari berbagai latar belakang sosial kehidupan. Hal tersebut akan menjadi warna bagi pendidkan di UGM. Beberapa di antaranya terlihat pada kelima orangtua mahasiswa ini,” ujar Pratikno, seperti dikutip dari laman UGM, Jumat (31/8/2012). Aku bangga menjadi almamater UGM, dan sekarang dua orang putriku belajar di UGM. Dari awal sampai saat ini, UGM masih terus memegang komitmen untuk merayakan keberagaman. Konsep keberagaman ini benar-benar diterapkan UGM di semua lini, mulai dari perekrutan mahasiswa baru, yang meskipun saat ini 100% melalui jalur SNMPTN tapi warna-warna UM UGM yang lama, yang memiliki sistem perekrutan pelajar unggul daerah, tetap bisa dilakukan. Perekrutan unggul daerah ini mengisi UGM dengan¬† mahasiswa baru dari seluruh penjuru tanah air. Sebagai contoh untuk tahun ini, sesuai laporan Direktur Administrasi Akademik Dr.Agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih¬† sebanyak 9.753 mahasiswa baru UGM terdiri dari mahasiswa Program Sarjana SNMPTN dan Program Diploma jalur undangan sebanyak 4.123 mahasiswa, Program Sarjana SNMPTN dan Program Diploma jalur Ujian Tulis sebanyak 5.282, dan Program Internasional dan mahasiswa asing sebanyak 348 mahasiswa. Mereka berasal dari 295 kabupaten/kota dan 1492 SMA/SMK. Sangat beragam.

Konsep keberagaman juga dilaksanakan di program Opspek tahun ini, dimana selain Opspek di Fakultas, pada hari pertama dilakukan Opspek Universitas yang membagi mahasiswa baru dalam gugus-gugus yang anggotanya terdiri dari mahaiswa/i dari berbagai jurusan dan berbagai daerah asal. Saya melihat sendiri, anak saya kumpul di rumah dengan teman-temannya dari berbagai jurusan dan latar belakang, mempersiapkan pernak-pernik untuk kegiatan Opspek. Meski baru satu dua hari saling mengenal, mereka sudah akrab berdiskusi dan bercengkrema untuk melaksanakan tugasnya. Sangat menyenangkan melihatnya.

Maba UGM Pecahkan Rekor MURI Flahmob Dance
Maba UGM Pecahkan Rekor MURI Flahmob Dance

Bapak Rektor dalam pertemuan dengan para orang tua mahasiswa baru juga menyatakan bahwa salah satu keunggulan UGM adalah kekayaan jumlah fakultas di UGM yang terdiri dari 18 fakultas darn ratusan program studi. Permasalahan Indonesia hanya bisa diatasi dengan pendekatan multi disiplin, dan mahasiswa-mahasiswi UGM sudah dilatih sejak awal masuk UGM untuk bersinergi dengan teman-temannya dari berbagai jurusan untuk berlatih saling menghargai dan saling bekerja sama untuk memberikan solusi terbaik.

Satu ide kreatif dilaksanakan oleh panitia Opspek Mahasiswa Baru UGM 2012 tingkat univeritas dengan melakukan tarian bersama seluruh mahasiswa baru sambil mencetak rekor MURI “flashmob dance” membentuk peta Indonesia dengan peserta terbanyak. “Flashmob dance” dilakukan hampir sepuluh ribu mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) di Lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM Yogyakarta, Kamis (30/8). Pemecahan rekor MURI “flashmob dance” merupakan salah satu rangkaian Parade Pelangi Nusantara pada Pelatihan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) UGM tahun 2012 bertema Palapa.

Luar biasa ide dan pelaksanaan Parade Pelangi Nusantara yang bertemakan Palapa ini, yang secara jelas menegaskan kembali komitmen UGM pada kepercayaannya bahwa keberagaman adalah kekayaan dan modal yang luar biasa bagi bangsa dan negara untuk lebih memajukan lagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai orang tua yang anak-anaknya bejalar di UGM dan sekaligus sebagai salah satu alumni UGM, saya sangat bangga dan sangat percaya bahwa apa yang dilakukan oleh UGM, dan juga oleh panitia kegiatan penerimaan mahasiswa baru tahun 2012 ini adalah sangat tepat dan salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia saat ini.

Ayo UGM, terus berjuang bersama bangsa Indonesia. Ayo Mita dan Chela, terus rajin belajar, bergaul bersama teman-teman dengan berbagai latar belakang, mengisi hari-hari dengan menghargai perbedaan untuk terus mengasah diri dan terus menerus menampilkan wajah Tuhan yang penuh kasih kepada siapapun.

Dokumentasi Foto lain di Facebook.

Read: 25 times.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.