Hits: 0

Dinas PU Riau Bangun Gedung senilai Rp. 213 M. Demikian satu berita di Tribun Pekanbaru hari ini, Sabtu, 24 September 2011. Saya merasa kurang nyaman membaca berita ini. Selagi beberapa infrastruktur penting, yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat pemakai jalan,  proses pembangunannya bertele-tele, yang semestinya menjadi fokus utama Dinas PU saat ini, koq malah bangun gedung…

Paling tidak ada dua infrastruktur penting yang saya tunggu penyelesaiannya, dan menurutku banyak pengguna jalan juga merindukannya, yaitu jembatan Siak III dan pelebaran jalan Yos Sudarso.

Pembangunan Jembatan Siak III sangat menjanjikan. Perkembangan pembangunan beberapa waktu yang lalu lumayan cepat dan sudah berdiri gagah di sebelah Jembatan Siak I, mengangkangi Sungai Siak. Bayangan saya tinggal sentuhan-sentuhan terakhir untuk menjadikan jembatan ini berfungsi, mendampingi Jembatan Siak I yang sudah “tua” dan kurang mampu lagi menampung banyaknya kendaraan yang akan melintasi. Ternyata…lamaa…..banget nggak selesai-selesai.

Infrastruktur yang ke dua, masih berdekatan dengan Jembatan Siak III, adalah pelebaran jalan Yos Sudarso, mulai dari tepi Sungai Siak sampai ke perempatan PCR. Proses pembangunan jalan ini sangat menarik, terkesan kurang terkoordinasi dengan baik, proses pembangunan berjalan sepotong-sepotong, jauh dari proses yang terencana dan terkoordinasi dengan baik.

Kadang kulihat alat-alat berat melakukan pemancangan turap-turap di pinggir batas jalan, namun pekerjaan tidak bisa tuntas dikerjakan sepanjang jalan, karena beberapa rumah masih berdiri di depan jalur yang seharusnya dipasang turap. Kemudian kulihat pekerjaan penimbunan tanah di sepotong  ruas, dan kemudian tidak ada kelanjutannya, dan timbungan tanah pergi longsor ke samping ke tempat yang lebih nikmat bagi tanah tersebut.

Proses pembersihan area pembangunan saya lihat tidak tuntas dilakukan di awal, agar proses selanjutnya, pemasangan turap, penimbunan dan pemadatan tanah, dan seterusnya dan seterusnya bisa berlangsung secara terus menerus di sepanjang jalan. Maka hasilnya benar-benar tambal sulam, dan memakan waktu lama.

Lebih parahnya, proses perubahan dari hasil tambal sulam ini tidak diatur dengan baik, sehingga membuat arus lalu lintas menjadi lebih semrawut, sebagai contoh ruas jalan Yos Sudarso yang sebagian sudah mulus terbentang  ke arah Jalan Siak I dan Jalan Siak III, sering digunakan oleh pengendara mobil dari arah Rumbai menuju Pekanbaru yang tidak sabar antri di jalur yang resmi. Akhirnya, saling rebut jalur, saling sodok terjadi ketika akan masuk ke mulut Jembatan Siak I yang memang hanya bisa dilalui oleh satu jalur mobil dari arah Rumbai. Kemacetan semakin menjadi parah, karena tiadanya perencanaan dan pengaturan yang baik.

Dan Dinas PU Riau bangun Gedung senilai Rp. 21 M. Ini berita dari Tribun Pekanbaru 24  September 2011. Ayo PU…rampungkan infrastruktur-infastruktur yang digunakan oleh banyak pengguna…Anda bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.