Percaya

“Dulu aku cinta padanya dengan segenap hatiku, tapi waktu itu aku tidak sepenuhnya percaya dia. Sekarang aku percaya. Semuanya sudah lain. Kami berdua lebih dekat daripada cabang-cabang pohon. Biarpun misalnya kami terpisah, biarpun misalnya kami mati, kami masih akan bersama-sama. Karena itu, tak ada yang dapat membuatku kesepian lagi. Sekarang aku cuma berdoa semoga dia menemukan¬† yang dicarinya.” (Otsu,¬† Musashi karya Eiji Yoshikawa)

 

Ketika percaya telah hadir dan mendasari suatu hubungan, maka kegembiraan dan kebebasan akan menjadi warna hidup yang menghiasi peziarahan agung.

Penemuan rasa percaya hanya terlaksana diawali dengan hadirnya kerendahan hati dan rasa bersyukur atas karya Kasih Tuhan sang Pencipta Semesta.

Ketika setiap tarikan dan hembusan nafas dihargai sebagai suatu hadiah yang menakjubkan, maka rasa syukur akan terus menjadi lagu hidup dan setiap langkah perjalanan akan menjadi karya-karya tangan malaikat seperti  bunga penghias taman kehidupan.

Read: 40 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: